0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Teknis Hukuman Kebiri di Indonesia

Anggota Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amalia (merdeka.com)

Timlo.net – Hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur segera diberlakukan. Hal itu seiring disahkannya Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang (UU).

Hukuman kebiri dengan bahan kimia akan diberikan setelah pelaku menyelesaikan masa tahanan. Hukuman kebiri juga hanya bersifat pemberatan atau penambahan.

Anggota Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amalia menjelaskan, usai dikebiri pelaku akan mendapat rehabilitasi dari dokter selama 2 tahun.

“Kalau misal iya pas sudah keluar. Dia tambahan dan sifatnya pemberatan. Nanti dia harus didampingi selama 2 tahun, direhabilitasi,” kata Ledia, Kamis (13/10).

Suntik kebiri akan diberikan setiap tiga bulan sekali selama dua tahun. Selama masa tersebut, pelaku akan diawasi melalui dengan gelang chip yang dipasang di tangan. Selain itu, pelaku akan kembali normal kembali setelah 2 tahun disuntik bahan kimia.

“Katanya sih kebiri berkala. Per berapa bulan dan didampingin. Ini sementara 2 tahun, bisa normal lagi,” terangnya.

Dia menambahkan, sanksi kebiri tidak diberlakukan bagi pelaku kejahatan seksual yang masih anak-anak. Bagi pelaku dibawah umur, akan diberi sanksi berupa hukuman pokok sesuai UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2015.

[sho]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge