0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gojek Vs Ojek Pangkalan, Ini Tanggapan Pemkot Solo

dok.timlo.net
Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajat (dok.timlo.net)

Solo — Pemkot Solo akhirnya angkat bicara terkait gesekan yang terjadi antara driver Gojek dan ojek pangkalan di Purwosari, Rabu (12/10) kemarin. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo sejak awal telah memprediksi peristiwa tersebut akan terjadi.

“Makanya sejak dulu kita menolak karena pasti akan kejadian seperti ini. Sekarang konflik dengan ojek pangkalan, besok bisa kejadian dengan angkutan kota, taksi, dan lain sebagainya,” kata Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajad, Kamis (13/10).

Penolakan Pemkot Solo atas ojek online didasari atas beberapa pertimbangan. Tidak adanya regulasi yang mengatur ojek online sehingga Pemkot tidak bisa mengeluarkan izin. Selain itu, dengan adanya ojek, jumlah kendaraan bermotor di Solo diperkirakan akan meningkat. Maraknya gesekan antara ojek online dan ojek pangkalan maupun angkutan umum lain telah terjadi beberapa kali di daerah-daerah lain.

“Aturannya jelas. UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ditambah Perda Kota Surakarta No 1 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan. Kalau mau jadi angkutan umum ya harus izin,” kata dia.

Di sisi lain, Pemkot Solo kesulitan membendung pertumbuhan jumlah driver Gojek di Solo. Berdasarkan informasi yang dihimpun Timlo.net, jumlah driver Gojek di Solo dan sekitarnya telah menembus angkat 500 orang. Hampir semuanya beroperasi di Kota Solo.

“Mau menindak bagaimana? Apa mau ditangkapi satu per satu,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge