0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembahasan Raperda Miras Ditunda, Ini Alasannya

dok.timlo.net/agung widodo
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto dalam acara pemusnahan Miras (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen  — DPRD Sragen menyatakan hingga saat ini belum menerima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Minuman Keras (Miras). Maka tak salah kalau dewan juga belum membahas  draf tersebut pada tahun 2016 ini.

”Sampai sekarang draf itu belum sampai ke meja saya. Kalau sudah sampai, mungkin bisa dilakukan pembahasan,” kata Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto, Rabu (12/10).

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen yang menanyakan lambatnya pembahasan Raperda Miras.

Bambang menegaskan, selain itu masih banyak yang harus dibahas dan dianggap mendesak. Seperti Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) dan Kebijakan Umum APBD Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2016. Dua masalah itu penting lantaran berkaitan dengan anggaran dan kebijakan pemerintah ke depan.

“Dalam tri wulan ini sudah tidak ada agenda pembahasan Perda. Sudah banyak agenda kami yang masuk,” ujar Totok –sapaan akrab Bambang Samekto.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, Raperda Miras ditunda tahun depan, karena sudah ada lima Raperda dari DPRD dan pembhahasan RPJMD serta SOTK. Dia meminta tahun depan MUI untuk ikut mengawal agar menjadi prioritas pembahasan.

”Setelah melihat agenda yang begitu padat, di DPRD diputuskan untuk ditunda tahun depan karena tidak akan ada cukup waktu. Kalau temen-temen MUI saya suwun untuk ikut mengawal dipastikan tahun depan biar menjadi agenda prioritas,” jelas Bupati Yuni.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge