0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Klaim Berhak Mengelola Sriwedari

dok.timlo.net/red
Sekda Solo Budi Yulistianto (dok.timlo.net/red)

Solo — Pemerintah Kota Solo memastikan rencana pembangunan Masjid Agung Surakarta dan Gedung Wayang Orang di kawasan Sriwedari tidak akan menimbulkan masalah. Pemkot berdalih telah memegang Hak Pakai (HP) 40 dan 41 sebagai bukti bahwa Pemkot berhak memanfaatkan lahan tersebut.

“Kita kan sudah pegang HP 40 dan 41. Jadi tidak ada masalah kalau kita membangun di sana,” kata Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Yulistianto, Rabu (12/10).

Ia menerangkan HP 40 meliputi kawasan Sriwedari sebelah Barat mulai dari Taman Hiburan Sriwedari (THR) sampai Jalan Bhayangkara. Sedangkan HP 41 meliputi area Timur Sriwedari mulai dari Pendapa Sriwedari sampai Jalan Museum. Budi mengklaim Pemkot telah memegang dua HP tersebut dari Badan Pertanahan Negara (BPN).

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo meminta Pemkot Solo memastikan status kepemilikan lahan Sriwedari sebelum menggelontorkan anggaran di kawasan tersebut. Pasalnya, dikhawatirkan pembangunan di kawasan tersebut akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Februari lalu Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali atas putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah yang memenangkan ahli waris RMT Wirjodiningrat atas Pemkot Solo. Bahkan di bulan yang sama ahli waris telah mengajukan permohonan eksekusi paksa kepada Pengadilan Negeri Surakarta atas lahan Sriwedari.

Menanggapi hal itu, Budi enggan memberi keterangan. Ia melemparkan masalah tersebut kepada Bagian Hukum dan HAM Solo.

“Kalau itu saya yang bisa menjawab bagian  Hukum dan HAM. Saya kurang paham,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge