0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemimpin YPDK Samarinda Diduga Berada di Jawa

Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Talim Daarul Ukhuwah (merdeka.com)

Timlo.net — Polisi masih mencari keberadaan pemimpin Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Ta’lim Daarul Ukhuwah Samarinda, Sumaryono. Dia menghilang dari padepokan begitu kasus pembunuhan pengikut Dimas Kanjeng, hingga berujung pada penangkapan Taat Pribadi oleh aparat kepolisian.

Paska laporan pengikutnya ke Polresta Samarinda, Sabtu (8/10) lalu, yang mengaku rugi Rp 23,5 juta dengan janji uang akan berlipat ganda, polisi bergerak menindaklanjuti laporan itu. Namun belakangan, Sumaryono, yang bergelar Sultan Agung dari Dimas Kanjeng sejak November 2015 lalu, belum diketahui keberadaannya.

“Tidak dipanggil, kita pasti akan tangkap. Alamatnya dicek dia tidak ada. Masih kita lidik di mana posisi dia,” tegas Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, Rabu (12/10) sore.

Diterangkan, tidak menutup kemungkinan, Polresta Samarinda akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur, untuk mencari Sumaryono. Namun saat ini, koordinasi itu masih belum perlu.

“Kita cari informasi sekitar sini dulu. Cek, asalnya kan di sana (Jawa Timur), nanti kita cek dari keluarganya lah,” ujar Sudarsono.

Masih dijelaskan Sudarsono, posisi terakhir Sudarsono berada di pulau Jawa. Bahkan saat penutupan padepokan oleh Pemkot Samarinda, Sumaryono masih berada di Jawa, meski belum diketahui lokasi persisnya.

“Informasi terakhir kan dia arahnya ke Jawa. Apakah dia kembali atau tidak ke Samarinda, kita masih belum tahu. Kita pantau dulu sambil kita perkuat BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kasus yang lain dulu,” terang Sudarsono.

Sejauh ini, belum lagi ada pelapor yang melapor ke kepolisian terkait dugaan penipuan padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda. Sudarsono mengimbau, warga lainnya yang merasa dirugikan untuk melaporkan ke posko pengaduan Dimas Kanjeng, di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi No 01.

“Belum ada (laporan lain). Kalau ada yang merasa dirugikan lainnya, silakan lapor ya,” tandas Sudarsono.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge