0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meski Surplus, Pemkab Waspadai Daerah Rawan Pangan

Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Wonogiri, Stefanus Pranowo (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Mulai awal tahun ini hingga Agustus 2016, Wonogiri mengalami surplus padi mencapai ratusan ribu ton. Namun demikian ada sejumlah potensi yang harus diwaspadai, yaitu potensi rawan pangan.

“Memang , saat ini bahkan sejak awal tahun Wonogiri dalam hal ketersediaan pangan sejak awal tahun hingga Agustus 2016, padi mengalami surplus hingga 143.435 ton, pasalnya dari penyediaan 199.428 ton, tingkat kebutuhan 55.992 ton. Tidak hanya padi, jagung juga surplus. Dari penyediaan 291.752 ton, kebutuhan hanya 378 ton, atau surplus 291.373 ton. Paling tinggi singkong yang surplus 536.194 ton. Sebab kebutuhan hanya 3.935 ton, tapi penyediaan sampai 540.129 ton. Sementara kacang tanah, penyediaan 34.216 ton dengan kebutuhan 76 ton (surplus 34.141 ton). Ubi jalar penyediaan 1281 kebutuhan 681 (surplus 600 ton),” ungkap Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Wonogiri, Stefanus Pranowo, Rabu (12/10).

Meski demikian ada enam desa di Kecamatan Paranggupito tergolong rawan pangan transien atau sementara. Meliputi Gunturharjo, Ketos, Gendayaan, Johunut, Gudangharjo, dan Sambiharjo. Oleh sebab itu, pihaknya juga mewaspadai adanya potensi rawan pangan di daerah lain. Dicontohkan, wilayah Kecamatan Paranggupito, ketika petani wilayah lain sudah menanam padi, hujan belum juga turun. Akibatnya ketersediaan pangan menipis

“Ini disebabkan adanya anomali cuaca,” katanya.

Kesiapsiagaan akan rawan pangan imbuhnya dibuktikan dengan adanya stok cadangan pangan yang aman. Sewaktu- waktu dapat dipergunakan untuk bantuan pangan bagi desa yang mengalami rawan pangan.

“Kita punya 100 ton cadangan berasa yang dikelola Dinsos, jadi sewaktu- waktu bisa disalurkan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge