0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gora Swara Nusantara bakal Pentas di Lereng Merapi

Latihan menjelang pentas Gora Swara Nusantara di dam Merapi Klaten (doktimlo.net/ist)

Klaten —┬áRatusan pelaku seni asal Klaten bakal berkolaborasi dalam satu pementasan bertajuk Gora Swara Nusantara, Jumat (28/10) mendatang. Pentas seni dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda itu rencananya bakal digelar di salah satu dam di lereng Gunung Merapi.

“Pentas Gora Swara Nusantara ini merupakan gabungan sekitar 500 pelaku seni dari berbagai bidang seperti karawitan, terbangan, perkusi, tari, suara, gebyog lesung, instalasi, jantur, dan sebagainya yang bersama dan bersatu untuk berkarya dalam sebuah harmoni. Karena Klaten, termasuk pemudanya, merupakan bagian mata rantai NKRI yang tidak terpisahkan,” ujar panitia penyelenggara, Muhammad Ansori, Rabu (12/10).

Dikatakan, pentas seni tersebut bakal digelar di lembah lereng Merapi, tepatnya di Dam Sabo 1 Karangbutan (hulu) Kaliworo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Pasalnya, Merapi atau dikenal sebagai Biyung Bibi dan Kyai Petruk bagi masyarakat setempat itu merupakan salah satu alam yang menjadi filosofi, sumber alam, dan identitas Klaten.

“Merapi sengaja kami pilih sebagai ikhtiar yang diharapkan adalah kemauan dan kemampuan bersama untuk merefleksikan berbagai makna budaya, pengetahuan, dan ilmu alam dalam sebuah tampilan seni kolaborasi,” kata Ansori.

Ditanya soal arti Gora Swara Nusantara, Ansori menerangkan, kata tersebut berasal dari bahasa Jawa Kuna. Adapun penjabaran maknanya yaitu, suara-suara hidup yang besar dan dahsyat demi NKRI.

“Gora adalah bahasa Jawa Kuna yang mempunyai arti besar, dasyat, berwibawa. Sedangkan Swara adalah bunyi, huruf hidup, suara. Sedangkan Nusantara mewakili kata NKRI,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge