0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rocket Internet Kehabisan Bakar Bakar?

Dok: Timlo.net/ rocket-internet.com
Rocket Internet. (Dok: Timlo.net/ rocket-internet.com)

Timlo.net—Strategi Rocket Internet dalam mengembangkan bisnis mereka sederhana: menemukan startup sukses di Silicon Valley, meniru metode mereka. Lalu Rocket akan membuat klon di pasar Eropa Barat dan Afrika sebelum yang asli tiba.

CEO dan pendiri Rocket Internet, Oliver Samwer pernah berkata, “Dalam industri internet, ada Einstein dan ada Bob the Builders. Sayalah Bob the Builder.”

Rocket Internet pernah meraih kesuksesan khususnya dengan klon Zappos, Zalando, sebuah destinasi online di Eropa. Juga dengan klon Amazon, Lazada yang baru-baru ini dijual ke Alibaba senilai $1 milyar.

Tapi menurut sebuah pemberitaan baru dari Bloomberg, kondisi Rocket Internet baru-baru ini kurang begitu baik. Kenapa? Karena Rocket rupanya mahir memulai perusahaan baru tapi kesulitan mengelolanya. Hal ini berkat pendekatan meniru dan mengkloning yang dipakai pendirinya.

Salah satu metode yang dipakai oleh Rocket Internet adalah memperkerjakan staf tersendiri untuk setiap perusahaan yang mereka dirikan. Hasilnya para staf asli di Rocket pergi meninggalkan perusahaan.

Situs Thehustle.co memperkirakan akhir dari Rocket Internet akan segera tiba. Harga saham perusahaan itu turun 54% sejak 2014. Sebanyak 12 startup yang mereka dirikan sudah resmi ditutup. Sementara yang tersisa baru-baru ini merugi. Bahkan bulan lalu perusahaan itu menyatakan jika mereka rugi $691 juta di paruh pertama tahun ini.

Melihat kondisi perusahaannya, Oliver merubah metodenya. Dia mengurangi fokusnya untuk mendirikan perusahaan kloning baru dan memastikan yang sudah ada menghasilkan uang.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge