0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelola Stadion Manahan, Persis Bisa Sejajar Arsenal dan Bayern Muenchen

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan (kiri) (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Suporter setia Persis Solo, Pasoepati merespon dengan positif adanya tawaran pengelolaan Stadion Manahan oleh klub kebanggaannya itu. Tawaran untuk Persis Solo sebagai pengelola stadion termegah di Jateng tersebut dilontarkan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Persis yang telah berbadan hukum, bisa menjadi pengelola dengan durasi waktu hingga 20 tahun. Namun Persis wajib mengemban beban target pemasukan Rp 2 miliar per tahun khusus mengelola Stadion Manahan.

Bagi suporter Pasoepati, kesempatan besar tersebut sangat positif. Selain untuk memenuhi kebutuhan klub sendiri, potensi pemasukan pun makin besar dengan banyaknya event pertandingan yang sering digelar di Stadion Manahan.

“Itu sangat bagus dan positif bagi Persis Solo. Sangat langka, mungkin baru pertama di Indonesia kalau benar nanti jadi pengelola Stadion. Jelas banyak manfaatnya, selain untuk Persis sendiri dan bisa menjadi pemasukan dari klub lain yang menggunakannya,” ujar Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan saat dihubungi Timlo.net, Rabu (12/10) siang.

Menurutnya, Persis bakal seperti klub-klub top Eropa yang mayoritas memiliki stadion sendiri. Usaha menggandeng sponsor akan lebih mudah karena stadion dikelola oleh klub sendiri. Bahkan Ginda menyebut, Persis bisa sejajar dengan klub Arsenal di Inggris atau Bayern Muenchen di Jerman dalam memanfaatkan stadion dan sponsoship.

“Persis akan punya daya tarik sendiri bagi investor atau sponsor. Karena ibarat Persis punya stadion sendiri. Bisa saja nanti Stadion Manahan berganti nama sesuai dengan kontrak sponsor seperti Allianz milik Bayern Muenchen atau Emirates-nya Arsenal,” imbuh anggota DPRD Kota Solo ini.

“Saya rasa mampu untuk mengejar target itu. Hanya saja perlu dikaji kembali pengelolaannya itu mencakup kompleks Stadion Manahan atau hanya stadion sepak bola saja. Kalau hanya stadion sepak bola saja butuh kerja keras untuk mencapai Rp 2 miliar,” tandas Ginda.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge