0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengembangan Usaha Ayam Lokal Terbentur Regulasi

dok.timlo.net/tyo eka
Seminar Industrialisasi Ayam Lokal di Fakultas Pertanian UNS Solo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Ketua Umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Ade M Zulkarnain menyatakan, pengembangan usaha ayam lokal yang lebih besar masih terbentur regulasi dari pemerintah. Sampai sekarang ayam lokal satu-satunya usaha peternakan yang masih diproteksi oleh negara.

“Terakhir, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 tahun 2016 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI), usaha peternakan ayam local dibatasi hanya untuk usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKM) dengan batasan modal maksimal Rp 10 miliar di luar tanah, bangunan dan peralatan,” jelas Ade saat membahas Industrialisasi Ayam Lokal di Fakultas Pertanian UNS Solo, Rabu (12/10).

Dijelaskan, beberapa tahun lalu adanya pembatasan usaha itu memang pas. Tetapi untuk kondisi sekarang justru menjadi hambatan untuk lebih meningkatkan produksi serta memenuhi permintaan pasar. “Bagaimana mungkin mencapai target 25% kalau usahanya dibatasi. Belum lagi untuk menghadapi pasar bebas Asean (MEA),” ujarnya.

Regulasi yang paling pas, menurut Ade, adalah membuka peluang perusahaan besar masuk di hulu dengan membuat usaha bibit yang terstruktur, mulai dari pure line, GPS dan PS, Untuk menghindari kanibal dalam bisnis maka usaha pembibitan final stock (FS) dan budidaya pembesaran memang perlu dipagari hanya untuk peternakan rakyat dengan modal UMKM.

“Jika pemerintah tidak menanggapi lebih bijak soal pembatasan usaha ini, maka tidak tertutup kemungkinan usaha peternakan ayam local kita tidak bisa bersaing di pasar regional,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge