0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelanggar SSA Slamet Riyadi Didominasi Pengendara Luar Kota

timlo.net/ichsan rosyid
Petugas Dishubkominfo membagikan surat edaran dan leaflet sosialisasi SSA kepada warga yang melewati persimpangan Gendengan. Selain simpang Gendengan, pembagian pamflet juga dilakukan di simpang Kotta Barat serta Purwosari (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Sejak diterapkan Sistem Satu Arah (SSA) pertengahan bulan lalu, masih ditemukan pengguna kendaraan yang ngeyel menerobos kawasan Jalan Slamet Riyadi, Gendengan-Purwosari Solo. Meski begitu, intensitas pelanggar dari hari ke hari sudah mulai berkurang.

“Memang masih ada yang ngeyel tapi intensitasnya menurun,” terang Kanit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polresta Solo, AKP Nur Affandi, Rabu (12/10).

Berdasarkan data yang dimiliki Satlantas Polresta Solo, sejak diterapkan SSA Slamet Riyadi pertengahan bulan lalu, terjadi pelanggaran sebanyak 40 kali dalam sehari. Namun, diawal Bulan Oktober kemarin hingga saat ini jumlahnya terus menurun. Artinya, pengguna kendaraan di Kota Solo makin mengerti bahwa di kawasan Purwosari hingga Perempatan Gendengan diberlakukan SSA.

“Dari hari ke hari, pelanggar SSA berkurang. Paling, yang dari luar kota yang tidak mengetahui kalau di jalan tersebut sudah diberlakukan SSA,” terang Kanit Dikyasa.

Usai proses sosialisasi berakhir, kata Kanit, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo untuk melakukan penindakan hukum.

“Kami juga masih menunggu kesiapan rambu sehingga pengendara paham dan dapat melihat rambu secara jelas dan tidak ada pelanggaran lagi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo bakal menindak tegas pelanggar SSA setelah masa sosialisasi selama sebulan dilakukan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge