0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ojek Konvensional Vs Gojek, Pemkot Solo Harus Segera Bertindak

dok.merdeka.com
Ilustrasi Gojek (dok.merdeka.com)

Solo —  Permasalahan ojek online (Gojek) di Kota Solo dinilai kalangan legislatif sudah sangat rawan. Terlebih terjadi kasus penganiayaan salah seorang driver Gojek yang terjadi di kawasan Purwosari pada Selasa (11/10) malam.

“Masalah ini (Gojek —Red) harus segera ditangani supaya tidak jatuh korban lagi,” terang Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto, saat dihubungi Timlo.net, Rabu (12/10).

Sugeng menilai, Pemkot Solo terbentur regulasi dalam menangani kasus Gojek yang terjadi di Kota Solo. Meski begitu, bukan berarti Pemkot hanya berpangku tangan menyaksikan masalah gesekan yang melibatkan antara driver Gojek dan ojek konvensional ini.

“Kalau sudah seperti ini siapa yang bertanggung jawab. Di sisi lain, Pemkot juga sudah menolak kehadiran Gojek di Kota Solo. Tapi, itu tidak menyelesaikan masalah harus dicari solusi lebih lanjut,” terang politisi PKS tersebut.

Pihaknya menyarankan supaya Pemkot segera memanggil perwakilan, baik dari driver Gojek maupun ojek konvensional untuk membahas masalah ini, sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari.

“Ini harus dibicarakan kedua belah pihak. Mengingat, jika dibiarkan berlarut-larut akan timbul korban lainnya,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge