0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Antisipasi Banjir, Sampah Bambu Diangkat Menggunakan Crane

Sebuah crane digunakan untuk mengangkat sampah yang tersangkut di Jembatan Talang, Bayat, Klaten (Istimewa)

Klaten — Pemerintah Kecamatan Bayat bersama relawan dan masyarakat bergotong royong membersihkan sampah dan tanaman bambu di Jembatan Talang. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir di wilayah yang dialiri Sungai Dengkeng tersebut.

“Bersih-bersih sudah dilakukan sejak Minggu (9/10) lalu. Fokusnya pembersihan sampah dan bambu yang tersangkut di Jembatan Talang menggunakan satu crane,” ujar Camat Bayat, Edy Purnomo, Selasa (11/10).

Menurut dia, ada delapan desa di Kecamatan Bayat yang berada di bantaran aliran Sungai Dengkeng yang berhulu di Merapi dan bermuara di Bengawan Solo. Diantaranya, Desa Paseban, Kebon, Tawangrejo, Wiro, Krikilan, Talang, Beluk, dan Jotangan.

Pada musim penghujan ini, warga dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir. Selain itu, sejumlah tanggul juga perlu direvitalisasi karena ada beberapa titik yang sudah longsor ke sungai.

“Di Konang, Desa Kebon ada tiga pekarangan yang tinggal sertifikatnya karena longsor ke sungai. Sedangkan di Desa Wiro sudah bergeser 15 meter. Lalu di Desa Jotangan ada dua titik yang dapurnya enggak berani dipakai,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge