0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dianggap Ilegal, Kantor UN-Swissindo Sragen Ditutup Paksa

Petugas memasang spanduk larangan kegiatan UN-Swissindo (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Petugas gabungan dari TNI, Polri, Bagian Hukum Setda, Satpol PP, Musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) dan Kesbangpolinmas Sragen akhirnya menutup paksa Kantor UN-Swissindo yang ada di Sragen. Pasalnya semua kegiatan yang dilakukan UN-Swissindo dinilai illegal dan tidak berijin.

“Kami dari tim gabungan sepakat melarang semua kegiatan yang ada di sini. Untuk itu kami meminta ijin ketua RT, lurah, camat dan Muspika untuk menutup tempat ini,” kata Kepala Kesbangpolinmas Sragen, Giyadi, Selasa (11/10).

Penutupan ditandai dengan pemasangan spanduk (MMT) yang bertuliskan “Seluruh Kegiatan UN-Swissindo Dilarang di Kabupaten Sragen Karena Ilegal”. Dalam penutupan itu sempat terjadi sedikit ketegangan antara relawan UN-Swissindo yang ada di kantor UN-Swissindo di Kampung Wonowongso RT 1, Kampung Sine, Kecamatan Sragen tersebut.

Salah satu relawan, Dhaniel sempat mempertanyakan surat tugas penutupan dari Kesbangpolinmas. Tetapi pertanyaan itu langsung dijawab Giyadi, bahwa tidak ada surat tugas.

“Kami semua ini sedang bertugas. Jadi memang tidak ada surat tugas. Ini sudah tugas keseharian kita,” ujarnya.

Namun banyaknya petugas gabungan yang ada, termasuk Muspika Sragen seperti Camat Sragen Yuniarti, Kapolsek Sragen AKP Suseno, Danramil dan lurah setempat membuat pihak UN-Swissindo tak berkutik. Mereka hanya membiarkan petugas memasang spanduk larangan kegiatan di kantor yang baru sekitar dua minggu mereka tempati tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge