0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Tembakau Galau, Ini Gara-Garanya

dok.timlo.net/aditya wijaya
Petani di Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten tengah menjemur tembakau (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten —┬áPetani rajangan tembakau di Kecamatan Manisrenggo, Klaten dirundung kegalauan. Meski sudah panen sejak akhir September lalu, hasil petikan daun tembakau mereka hingga sekarang belum dibeli oleh pihak pabrik rokok.

“Pabrik (rokok) enggak mau beli karena Gudang Garam sudah menutup pembelian,” ujar salah seorag petani tembakau, Ngalimin (55), Selasa (11/10).

Informasi tersebut, menurut petani asal Dukuh Cikalrejo, Desa Borangan, Manisrenggo ini, berasal dari pengepul tembakau asal pabrikan rokok dari Kediri, Jawa Timur tersebut. Pasalnya, grader tembakau yang bertugas mengukur kualitas tembakau menilai, kualitas daun tembakau pada musim ini cenderung jelek lantaran terlalu banyak diguyur hujan.

“Pengepul dan grader sudah datang mengecek kualitasnya (tembakau). Katanya, kualitas enggak bagus lantaran musim hujan. Kadar airnya terlalu tinggi,” cerita Ngalimin yang sudah menggeluti bisnis tembakau sejak 1990-an.

Meski kualitasnya rendah, Ngalimin tetap nekad melakukan petik daun atau panen tembakau sejak dua pekan lalu. Kini setiap harinya dia hanya melakukan penjemuran tembakau untuk kemudian disimpan di rumahnya.

“Beberapa masih saya diamkan. Tapi kalau yang sudah dipetik seperti ini ya disimpan di rumah. Yang penting kering dan awet. Meskipun musim ini merupakan panen yang terburuk. Bobrok tenan ini, Mas,” gerutunya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge