0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serapan Pupuk Bersubsidi Rendah, Distributor Was-Was

Sutardi, distributor pupuk bersubsidi asal Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sejumlah distributor pupuk di Wonogiri resah lantaran rendahnya serapan pupuk bersubsidi belakangan ini. Minyakapi hal tersebut, kalangan distributor mendesak Pemkab Wonogiri untuk melakukan relokasi.

“Dengan adanya fenomena ini, kita gagal memenuhi target. Padahal kalau tidak target, kita terancam dikenai sanksi berupa pencabutan ijin kita sebagai distributor oleh produsen,” ungkap Sutardi,, distributor pupuk UREA sekaligus pemilik CV Dharma Bhakti, Ngadirojo, Selasa (11/10).

Bahkan sejumlah distributor yang ada di Wonogiri mengadukan nasib mereka ke dinas terkait, dalam hal ini Dispertan TPH Wonogiri, yang intinya menyampaikan usulan agar kasus penumpukan Urea di gudang itu segera ditangani.

Disebutkan, alokasi pupuk Urea bersubsidi daerahnya tahun ini sekitar 33.000 ton. Namun hingga saat ini baru sekitar 48,5 persen yang terserap di kelompok tani (Klomtan). Alokasi di distributor CV Darma Bhakti yang membawahi tiga kecamatan (Ngadirojo, Girimarto, Sidoharjo) ada 4.354 ton akan tetapi baru terserap 2.106 ton (48,4 %).

“Permasalahannya, para petani saat ini banyak yang beralih ke pupuk majemuk atau NPK dan Phonska. Sehingga masih banyak pupuk Urea yang sudah kita salurkan belum tertebus, yang pada akhirnya kita juga belum mampu melakukan penebusan ke produsen,” katanya.

Bahkan dengan peralihan minat petani, memaksa pihaknya mengajukan penambahan jatah pupuk Phonska di wilayah kerjanya sebanyak 594 ton.

Kepala Dipertan TPH Wonogiri Safuan mengatakan, menyikapi keluhan distributor dalam waktu dekat ini akan menggelar Rakor dengan delapan distributor. Diakui, serapan Phonska jauh lebih banyak daripada Urea, lantaran Phonska lebih lengkap kandungannya.

“Urea yang saat ini belum terserap untuk cadangan musim tanam yang akan datang, tapi kalau soal pengurangan alokasi kita belum berani karena takutnya nanti malah kekurangan Urea kita yang repot,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge