0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas! Gas Melon Berisi Air

merdeka.com
elpiji 3 kilogram (merdeka.com)

Timlo.net — Warga Kampung Areman, Cimanggis, Depok tengah diresahkan beredarnya tabung gas elpiji 3 kilogram, atau dikenal gas melon, berisi air. Apalagi, kejadian itu berlangsung saat gas melon langka di pasaran.

Warga semula tak curiga karena isinya tidak terlihat, begitu dipasang ke kompor gas, api yang ditimbulkan hanya nyala sebentar. Setelah dicek, ternyata berisi air, warga langsung mengembalikan pada penjualnya.

“Kalau mahal tapi isinya bener enggak apa-apa deh, ini sudah langka eh isinya dibohongin. Pantesan berat, ternyata isinya air,” kata Siti, salah satu warga, Senin (10/10).

Warga membeli gas di pengecer dekat rumah. Mereka membeli seharga Rp 22 ribu. Dikatakan, sebelum gas mati terlebih dulu terdengar suara gemericik.

“Sempat nyala tapi sebentar bunyinya kricik-kricik kaya campur air. Pas diperiksa ternyata benar air,” tandasnya.

Ashar, salah satu pengecer berdalih tidak tahu menahu soal hal itu. Karena dia mengaku membelinya dari penjual yang datang ke rumahnya. Dia ditawari puluhan tabung melon dengan harga murah.

“Saya juga enggak tahu kalau isinya air. Tapi emang, saya angkat berat tapi kata orang itu, karena isinya dilebihkan. Ya namanya juga lagi langka, ya kita beli dah terus kita jual lagi ke warga,” katanya.

Dia membeli seharga Rp 17 ribu per tabung. Kemudian dijual Rp 22 ribu. Dia mengaku menyesal karena gas itu berisi air.

“Jualnya harga normal lah, Rp 22 ribuan. Eh ternyata oplosan,” ucapnya.

Temuan itu pun segera ditindaklanjuti Polresta Depok. Tim Kriminal Khusus (Krimsus) Polresta Depok langsung ke lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, polisi telah mengumpulkan sejumlah tabung gas sebagai barang bukti.

“Kami sedang kami selidiki, apakah ada unsur kesengajaan (oplosan) atau seperti apa. Yang jelas, memang ada kejanggalan sebab tutup tang pun warnanya beda. Saat ini kasus sedang kami kembangkan,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge