0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Warga Wonogiri Terjangkit DBD, Empat Meninggal Dunia

dok.timlo.net/red
RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri (dok.timlo.net/red)

Wonogiri — Kasus demam berdarah dengeu (DBD) di daerah Wonogiri belakangan mengalami peningkatan. Tercatat hingga akhir September 2016 ini ada ratusan pasien dengan status positif terjangkit DBD.

“Yang mondok atau menjalani rawat inap di sini tercatat ada 675. Itu akumulasi sejak awal tahun hingga akhir September 2016,” ungkap pejabat Humas RSUD Sudiran Mangun Soemarso Wonogiri Teguh Widodo mewakili Dirut RSUD dr Setyorini, Senin (10/10).

Ratusan pasien yang terjangkit itu sendiriĀ  dengan perincian, pada bulan Januari ada 66 pasien yang dinyatakan positif terkena gigitan nyamuk aedes aegepty.

Kemudian pada Februari ada 122 pasien, Maret ada 92 paien, lalu pada Mei 73 pasien, 60 pasien pada Juni. Pada Juli ada penurunan menjadi 44 pasien, selanjutnya Agustus 55 orang dan September 55 pasien DBD.

“Dari jumlah total pasien tersebut, pasien DBD tidak hanya warga Wonogiri saja. Melainkan dari beberapa kabupaten tetangga yang dirujuk ke RSUD Sudiran Mangun Soemarso, seperti Kabupaten Karanganyar, Ponorogo, Pacitan (Jatim),” terangnya.

Kepala Bidang P2PL DKK Wonogiri, Suprio Heriyanto menambahkan, di tahun 2015 di Wonogiri tercatat ada 60 kasus DBD, sedang Januari hingga Oktober 2016 tercatat ada 59 kasus DBD. Bahkan, di 2016 ini tercatat ada empat orang meninggal dunia yang diakibatkan oleh serangan DBD.

“Untuk kasus di Dusun Klepu, Desa Mlokomanis Wetan itu sudah dilakukan PE,ada dua orang yang mengalami demam tapi bukan DB. Dari hasil PE ada tambahan warga yang mengalami demam dan panas delapan orang tapi juga bukan DB,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge