0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditarget Rp 2 M, Persis Siap Kelola Stadion Manahan

Stadion Manahan Solo (dok.timlo.net /dhefi)

Solo — Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo memiliki ide untuk menawarkan pengelolaan Stadion Manahan ke klub Persis Solo. Keluhan Persis yang selalu tidak punya lapangan ketika latihan, bisa mendapat solusinya dengan menjadi solusinya.

Akan tetapi, Persis Solo yang sudah berbadan hukum di bawah naungan PT Persis Solo Saestu, wajib memenuhi target pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Solo dari sektor Stadion Manahan. Jumlah target pendapatannaya adalah Rp 2 miliar tiap tahunnya.

Tawaran dari Walikota pun disambut positif oleh Persis Solo. CEO Persis sekaligus Ketua Umum PSSI Solo, Paulus Haryoto mengaku siap menjadi pengelola Stadion Manahan, dan bakal menjadi keuntungan bagi klubnya.

“Kami sangat merespon positif tawaran beliau (Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo —Red). Target Rp 2 miliar setahun sangat bisa kami dapat. Nanti sumber pendapatan potensial terbesarnya adalah dengan menjadi venue pertandingan. Banyak pertandingan baik level klub hingga Timnas bermain di Manahan, itu nilai plus selain digunakan untuk Persis sendiri,” terang Paulus Haryoto, Senin (10/10).

Sebelumnya, tawaran tersebut datang langsung dari orang nomor satu di Kota Bengawan, yakni Walikota FX Hadi Rudyatmo. Dengan catatan, Persis wajib memenuhi besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Stadion Manahan.

Sejauh ini Persis selalu memiliki hambatan ketersediaan lapangan saat berjalannya aktivitas kompetisi. Sewa Stadion Manahan yang tinggi, serta sejumlah lapangan yang harus lebih dulu dipakai pihak lain, seringkali membuat Laskar Sambernyawa mengalah.

Menurut Rudy, jika pihak Persis menyetujui tawaran tersebut, mereka mendapat hak mengelola aset selama beberapa tahun sesuai dengan kesepakatan dengan Pemkot Surakarta. Hal tersebut bisa dilakukan dengan durasi kerjasama antara 5-20 tahun sesuai perundang-undangan.

Sementara, Stadion Manahan Solo yang termasuk GOR Manahan dan Stadion Sriwedari dikelola oleh sebuah yayasan. Namun seiring berakhirnya tugas yayasan pada 2011 silam. Kini tiga gelanggang olahraga paling populer di Kota Bengawan itu akan ditangani langsung pihak pemkot, melalui UPTD Sarana dan Prasarana Olahraga yang berada di bawah naungan Disdikpora.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge