0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hidupkan Empat Pilar, MPR Usulkan Dibentuk Lembaga Sendiri

dok.timlo.net/ist
Anggota MPR, Bambang Sadono (dok.timlo.net/ist)

Boyolali — Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR) terus getol melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Untuk mensukseskan program empat pilar kebangsaan, MPR akan mengusulkan dibentuknya kelembagaan tersendiri.

“Kita akan usul ke Presiden Jokowi, agar dibentuk kelembagaan tersendiri, bentuknya seperti apa, terserah presiden,” kata Anggota MPR, Bambang Sadono, ditemui di Gedung Ngeksipuro Kapujanggan, Pengging, Kecamatan Banyudono.

Dijelaskan, lembaga sendiri yang berkaitan dengan sosialisasi empat pilar kebangsaan sangat penting. Pasalnya, selama ini sosialisasi empat pilar hanya dilakukan MPR. Sehingga hasilnya kurang maksimal. Bambang juga menegaskan perlunya membangun kembali jati diri bangsa sesuai pancasila.

“Empat pilar ini juga harus lebih intens diajarkan di sekolah-sekolah, di masyarakat juga harus lebih gencar,” tambahnya.

Salah satu sosialisasi yang bisa diterapkan ke masyarakat melalui kesenian. Di Kapunjanggan sendiri, sosialisasi empat pilar dilakukan dengan mengelar wayang kulit dengan lakon “Bima Suci”. Diakui, pagelaran wayang kulit menjadi sarana yang cocok untuk sosialisasi, pasalnya langsung bertatap muka dengan masyarakat.

“Sosialisasi tidak harus ceramah melulu, lewat kesenian justru bisa lebih menyadarkan masyarakat,” ujarnya.

Disisi lain, Camat Banyudono, Rita Puspitasari menyambut positif kegiatan sosialisasi empat pilar di wilayahnya. Apalagi dengan lakon wayang Bima Suci, dinilai tepat karena sesuai dengan situasi saat ini. Tokoh Bima atau Werkudoro dalam lakon wayang tersebut, merupakan gambaran pribadi yang tegas, jujur, serta pemberani dan tidak membeda-bedakan.

“Nilai pribadi tersebut sesuai dengan empat pilar kebangsaan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge