0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Keinginan Warga yang Protes di Tol Soker

timlo.net/achmad khalik
Warga empat desa memprotes keberadaan tol Soker (timlo.net/achmad khalik)

Boyolali – Warga dari empat desa yang melakukan protes di Tol Solo-Kertosono (Soker) meminta pihak pelaksana proyek supaya membuatkan akses jalan baru di kawasan tersebut. Pasalnya, sebelum dilakukan pembangunan Tol Soker kawasan yang terletak di Desa Donohudan tersebut merupakan jalan kampung.

“Ini dulunya jalan kampung sudah puluhan tahun. Biasa digunakan untuk akses masyarakat mulai anak kecil sekolah, orang berangkat ke pasar, berangkat beraktifitas dan lain-lain. Tapi, setelah ada tol aktifitas kami jadi terganggu,” tandas sekretaris Forum Komunikasi Masyarakat Terdampak Jalan Tol Soker, Catur Sudarto, Minggu (9/10).

Meski telah terdapat dua fly over dan sebuah underpass namun, warga menolak. Pasalnya, fly over yang dibangun tidak sesuai dengan kondisi di kawasan tersebut. Kebanyakan, warga di kawasan utara Tol Soker masih menggunakan sarana transportasi sederhana semisal sepeda angin. Tak hanya itu, banyak diantara mereka yang masih memanfaatkan sarana transportasi hewan semisal sapi dan kuda untuk mengangkut batu bata yang dihasilkan.

“Jika menggunakan fly over kasihan warga kami. Selain muter-nya jauh, juga jalannya yang menanjak. Rekoso,” tandasnya.

Sedangkan, underpass yang telah disediakan sering tergenang air jika musim hujan tiba. Warga di empat desa, yakni Desa Donohudan, Desa Pandeyan, Desa Giriroto dan Desa Kismoyo ini meminta supaya pelaksana proyek menyediakan akses underpass di jalan kampung mereka dulu. Tak hanya itu, pembangunan underpass juga jangan sampai terganggu dengan genangan air.

“Kami cuma minta di sini disediakan jalan kembali yang tidak tergenang air saat hujan tiba,” tegas Catur.

Warga lain, Dwi Purboyono (35) mengaku sangat terganggu dengan adanya proyek Tol Soker tersebut. Menurutnya, pelaksana proyek pembangunan tol tidak bertanggung jawab setelah menutup jalan kampung yang biasa digunakan untuk warga beraktifitas. Sehingga, banyak diantara warga masyarakat yang perekonomiannya menurun setelah dilakukan pembangunan tol tersebut.

“Kebanyakan warga disini kerjanya di sisi selatan jalan tol. Kalau aksesnya gak ada harus muter jauh. Kasihan yang wong cilik penjual sayuran di pasar-pasar itu. Kalau underpass nya tergenang ya mereka terpaksa libur,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge