0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ganggu Akses Jalan, Warga Protes Pembangunan Tol Soker

timlo.net/achmad khalik
Warga empat desa memprotes keberadaan tol Soker (timlo.net/achmad khalik)

Boyolali – Warga di empat desa terdampak pembangunan Tol Solo-Kertosono (Soker) di Kabupaten Boyolali menggelar protes, Minggu (9/10) pagi. Pasalnya, pembangunan tol Soker dinilai mengganggu akses warga sekitar.

“Kami hanya ingin, supaya pihak pelaksana membangun sebuah underpass di bawah tol supaya warga dapat beraktifitas di sisi selatan tol,” terang sekretaris Forum Komunikasi Masyarakat Terdampak Jalan Tol Soker, Catur Sudarto.

Pantauan di lapangan, puluhan warga dari empat desa yang melakukan protes berasal dari Desa Donohudan, Desa Pandeyan, Desa Giriroto dan Desa Kismoyo. Kebanyakan warga yang melakukan protes berada di sisi utara Tol Soker. Keberadaan Tol Soker sendiri, memutus aktifitas ekonomi, pendidikan sekaligus akses jalan yang biasa mereka gunakan.

“Dulu di sini ada jalan kampung yang biasa kami lewati. Tapi, setelah ada pembangunan tol jalan tersebut putus. Nah, kami yang ada disisi utara jalan tol akses untuk kesana (seberang jalan tol-red) menjadi susah. Ini bagaimana tanggung jawab pelaksana proyek pembangunan tol,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Ketua RT Dusun Tegalan RT 04/ RW 06 Donohudan, Ngemplak, Boyolali tersebut.

Meski pihak pelaksana telah membuat dua akses jalan fly over dan sebuah underpass, namun warga menilai hal tersebut belum efektif. Pasalnya, fly over yang dibangun sangat membahayakan keselamatan bagi anak kecil saat berangkat ke sekolah. Disisi lain, underpass yang ada juga sering tergenang air jika musim penghujan tiba.

“Kalau sudah tergenang bisa seharian penuh belum kering. Kami gak bisa beraktifitas,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge