0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Dimas Kanjeng Diberi Kotak Kayu, Diklaim Bisa Gandakan Uang

merdeka.com
Barang bukti penipuan Dimas Kanjeng (merdeka.com)

Timlo.net – Mantan pengikut Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Talim Daarul Ukhuwah Samarinda, bernama Ida, tertipu Dimas Kanjeng yang diklaim bisa menggandakan uang. Ida sebelumnya diberi dua buah kotak kayu yang diyakini bisa menjadikan uang berlipat ganda.

Kedua kotak itu, didapat Ida dari padepokan, setelah membayar mahar Rp 5 juta per kotaknya, sejak dia menjadi pengikut sejak 2013 lalu. Namun uang sebagai mahar yang dijanjikan akan berlipat ganda, tidak kunjung dia dapatkan.

Kedua kotak itu pun dibuka, di sela laporan Ida ke Polresta Samarinda. Namun isi kotak yang disebut padepokan Dimas Kanjeng sebagai ATM Dapur itu mencengangkan.

Ada 2 kaset Compact Disc (CD) bergambar sampul Dimas Kanjeng bertuliskan ‘Padepokan Menjawab Kun Fayakun’, tiap bungkus CD berisikan uang Rp 10.000 dan secarik kertas bertuliskan huruf arab. Selain itu, juga ditemukan minyak dalam botol kecil berwarna kuning keemasan dan hijau muda.

“Tiap pertemuan pengajian tiap Selasa malam Rabu bayar uang, selama setahun sejak 2013. Juga ada bayar tiap minggu ke rekening sebagai uang dapur. Jadi totalnya sekitar Rp 23 juta,” kata Kasubag Humas Polresta Samarinda, Iptu Hardi, Sabtu (8/10).

Tidak hanya itu, di dalam kotak ‘ATM dapur’, juga terdapat gelang berwarna putih, sebagai penanda pemiliknya merupakan pengikut padepokan Dimas Kanjeng.

“Seperti kita lihat, ada gelang tanda anggota untuk penanda masuk padepokan,” ujar Hardi.

“Jadi kotak yang berisi macam-macam itu, dibawa pulang, dijanjikan dalam setiap pengajian tiap malam Rabu, uang mahar Rp 5 juta akan bertambah dengan sendirinya,” tambah Hardi.

Diketahui, salah seorang pengikut padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda, Ida melapor ke kepolisian siang tadi, ditemani dengan seorang kerabatnya. Dua kotak kayu yang dia dapatkan dari padepokan dengan mahar Rp 5 juta per kotak, dia bawa ke kepolisian sebagai bukti keikutsertaan dia di YPDK Majelis Ta’lim Daarul Ukhuwah di Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang, Samarinda.

Ida merasa tertipu setelah menyetor total uang Rp 23,5 juta ke padepokan.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge