0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

IAIN Surakarta Wisuda 790 Lulusan, 141 Cumlaude

dok.timlo.net/tyo eka
Wisuda IAIN Surakarta (dok.timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mewisuda sebanyak 790 lulusan, yang terdiri atas Pascasarjana/Magister (S2) sebanyak 45 orang dan Program Sarjana (S1) sebanyak 745 orang. Ke 790 lulusan diwisuda dalam acara Wisuda  Sarjana dan Magister ke-33 IAIN Surakarta Tahun 2016, di Kampus IAIN Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (8/10).

“Wisudawan cumlaude pada wisuda periode ini sebanyak 141 wisudawan,”  jelas Ketua Panitia Abdul Matin bin Salman.

Adapun wisudawan terbaik kali ini  adalah Ana Latifatuz Zahro dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), dengan IPK  3,75 dan lama studi 3 tahun 10 bulan.

Sementara itu, Rektor IAIN Surakarta Mudofir dalam sambutannya mengemukakan, tema wisuda kali ini adalah Meningkatkan Mutu Daya Saing IAIN Surakarta Menuju Pengakuan Internasional. Tema ini merefleksikan kehendak kuat untuk menjadikan IAIN Surakarta memperoleh pengkuan, baik nasional, ASEAN maupun internasional.

“Sebagai kehendak kuat, tema ini telah mendorong kami melakukan langkah-langkhan yang perlu baik di aspek akademik maupun nonakademik,” jelasnya.

Di aspek akademik, kata Rektor IAIN Surakarta, kita dorong para pengajar untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui produktivitas dan publikasi karya-karya ilmiah yang bermutu, meningkatkan jenjang pendidikan yang relevan, berkontribusi pada pembangunan umat dan bangsa, visioner dalam membaca gerak perubahan, dan lain-lain. Tenaga kependidikan juga didorong untuk terus meningkatkan budaya kerja dan kinerja yang bermutu sehingga dapat menyokong pelayanan pendidikan yang berkualitas. Di sisi kurikulum dan pembukaan program studi-program studi baru diarahkan untuk memerhatikan relevansinya dengan fungsi-fungsi pembangunan serta kemodernan tanpa mengorbankan prinsip-prinsip konservasi Islamic studies.

Di aspek non-akademik, IAIN Surakarta terus melengkapi sarana-prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan Tridhrama Perguruan Tinggi secara berkualitas. Tata kelola institut dikerjakan dengan mengikuti prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, budaya kerja unggul, berbasis IT, dan berorientasi pada akreditasi.

“Dengan prinsip tata kelola ini, diharapkan dapat menunjang percepatan pengakuan oleh lembaga-lembaga yang kredibel baik di dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge