0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

3 Cara Menolong Anak Bersahabat Dengan Kemarahan

Dok: Timlo.net/ childdevelopmentinfo.com
Anak marah. (Dok: Timlo.net/ childdevelopmentinfo.com)

Timlo.net—Pernahkah Anda berada dalam situasi di mana Anda sangat marah hingga Anda tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi? Anda tahu jika dalam kemarahan Anda, Anda harus menjaga diri supaya tidak mengucapkan kata-kata yang menimbulkan penyesalan. Tapi Anda tidak yakin bagaimana mengungkapkan amarah Anda tanpa merusak hubungan.

Orang dewasa seringkali berjuang untuk secara efektif mengungkapkan amarah mereka. Bagi anak-anak, hal ini tentunya menjadi tantangan yang sulit. Anak-anak tidak ingin mengalami masalah karena mengungkapkan amarah mereka secara agresif. Tapi mereka seringkali kekurangan kemampuan untuk mengkomunikasikan amarah mereka.

Para orang tua bisa menolong anak mengembangkan keterampilan tertentu untuk mengungkapkan amarah mereka. Mulailah dengan tiga cara utama ini:

1. Akui kemarahan

Mulai dari saat mereka bayi, anak-anak seringkali didesak untuk tidak mengakui atau menyembunyikan amarah mereka. Kata-kata dengan niat baik seperti, “Jangan marah” memberikan pesan jika emosi dasar manusia ini adalah sesuatu yang buruk untuk dirasakan. Saat anak mulai mengekspresikan amarah mereka dengan amukan saat mereka anak-anak. Atau dengan pemberontakan saat mereka remaja, orang dewasa menegur mereka untuk semua perilaku mereka.

Padahal yang perlu dilakukan orang tua adalah menunjukkan empati terhadap emosi anak mereka. Akuilah jika merasa marah itu bukanlah hal yang salah. Setelah itu, orang tua harus menunjukkan cara yang benar untuk mengekspresikan amarah mereka.

2. Bicarakan amarah

Kecerdasan emosi yang sebenarnya dan kendali diri ditunjukkan dengan kemampuan mengungkapkan perasaan ke dalam kata-kata. Anda bisa menolong anak mengelola amarah dengan terus mendorongnya untuk membicarakan apa yang dia rasakan.

Selain itu doronglah anak untuk mendaftar hal-hal yang biasanya memicu kemarahannya. Berikanlah contoh padanya dengan membuat daftar Anda sendiri. Saat kalian berdua berbagi daftar itu, maka kalian bisa memperoleh pemahaman. Dengan demikian kalian bisa lebih berhati-hati menghindari pemicu rasa marah dan lebih menghormati satu sama lain.

Bila anak tidak nyaman mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, doronglah dia menggunakan cara lain. Misalnya dengan menulis buku harian atau karya seni yang bisa menyalurkan perasaan mereka. Memiliki buku harian bisa mendorong anak menjelajahi dan mengungkapkan berbagai emosi secara teratur. Kebiasaan ini akan membuat mereka memahami diri lebih baik dan memiliki kedewasaan emosi.

3. Bersedia menerima amarah

Kunci terakhir untuk menolong anak menerima dan mengelola rasa marah adalah dengan menerimanya. Sebagai orang tua, kadang-kadang sulit menjadi target amarah sang anak. Terutama jika Anda merasa tidak melakukan kesalahan apapun.

Tapi Anda bisa memberikan teladan yang baik dengan menerima amarah mereka. Tunjukkan jika Anda bersedia mendengarkan bila anak bisa mengungkapkan amarah dengan baik. Tindakan Anda akan menunjukkan jika perasaan mereka nyata dan dihargai. Selain itu, tindakan itu mendorong anak untuk belajar mengungkapkan amarah dengan baik dan positif.

Sumber: Psychology Today.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge