0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dahlan Iskan Kena Cekal, Kasus Apa Ya? Klik Aja di Sini

Dahlan Iskan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Setelah menetapkan Whisnu Wardana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT Panca Wira Usaha (PWU), Kamis (6/10) malam, kini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur membidik mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan.

Kejaksaan menilai Dahlan mengetahui proses penjualan aset PT PWU, berupa tanah dan bangunan di Tulungagung dan Kediri oleh Whisnu tahun 2003 silam. Sebab, pada medio 2000 hingga 2010, Dahlan pernah menjabat sebagai dirut utama perusahaan milik BUMD Jawa Timur tersebut.

Sehingga, pihak Kejaksaan memerlukan keterangan dari Dahlan terkait kasus yang menjerat Ketua DPC Hanura Surabaya tersebut. Namun, dua kali dipanggil, Dahlan tetap mangkir. Kejati Jawa Timur akan kembali melayangkan surat panggilan ketiga pada 17 Oktober mendatang.

Karena dua kali mangkir itulah, Kejaksaan mengajukan surat penyekalan terhadap Dahlan ke Kemenkum HAM.

“DI (Dahlan Iskan) hari ini kita cekal,” tegas Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung, Jumat (7/10).

Jika nanti pada panggilan ketiga Dahlan masih mangkir, Kejaksaan akan melakukan jemput paksa.

“Sesuai ketentuan, tiga kali tidak penuhi panggilan penyidik, maka akan kita jemput paksa. Yang besangkutan kita panggil sebagai saksi, bukan tersangka,” tegasnya lagi.

Sementara pihak Dahlan yang mengetahui penyekalan ini menilai Kejaksaan berlebihan. Hal ini disampaikan kuasa hukum yang bersangkutan, Pieter Talaway yang dihubungi wartawan.

Pieter mengatakan, selama ini kliennya tidak berniat menghindari panggilan penyidik untuk kebutuhan pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pelepasan aset BUMD Jawa Timur yang dikelola PT PWU.

“Tapi saat Kejaksaan melayangkan surat panggilan pemeriksaan, klien saya kebetulan berada di luar negeri. Anehnya, saat berada di Indonesia, Kejaksaan justru tidak melayangkan surat panggilan pemeriksaan. Menurut saya, Kejaksaan berlebihan,” ujar Pieter.

Pieter meyakinkan, kliennya pasti akan memenuhi panggilan kejaksaan jika berada di Indonesia.

“Beliau dipastikan datang (panggilan pemeriksaan pada 17 Oktober) sepanjang beliau berada di Indonesia,” janjinya.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge