0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Singkong Terpuruk, Dinas Angkat Tangan

dok.timlo.net/tarmuji
Kepala Diseperindagkop UMKM Wonogiri, Guruh Santosa (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Belum adanya proteksi dan penghargaan terhadap petani membuat minat di bidang pertanian belum banyak diketahui khalayak umum .Dampaknya pun terasa di Wonogiri, seperti anjloknya pasaran singkong atau ubi kayu yang akhirnya petani merugi.

“Di negara ini memang sampai saat ini belum ada penghargaan dan proteksi atau jaminan terhadap komoditas pertanian. Seperti di Wonogiri, petani singkong dihadapkan dengan pasar bebas. Bahkan koperasi sekalipun belum mampu mengakomodir petani singkong,” ungkap Kepala Disperindagkop UMKM Wonogiri, Guruh Santosa, Jumat (7/10).

Dikatakan, harga singkong saat ini memang dalam keterpurukan. Saat ini bahkan masih banyak petani yang belum memanen tanaman singkongnya. Pasalnya, mereka kebingungan dan ragu,banyak petani memilih menunggu kondisi pasar membaik.

“Kalau dijual harganya Rp 400 – Rp 500 perkilonya mereka rugi, kalau mau dikeringkan atau dibuat gaplek musimnya hujan takut singkong nanti jadi busuk, kan jadi bingung mereka,” ujar mantan Kepala Dispertan TPH Wonogiri ini.

Dibanding di negara sosialis, semisal Thailand, proteksi dan penghargaan terhadap komiditi pertanian jauh lebih tinggi, sehingga komoditas pertanian lebih maju dan dilirik berbagai lapisan masyarakat. Dia mencontohkan, di Indonesia sampai saat ini komoditas pangan belum terproteksi semisal padi dan jagung.

“Ketika pasaran anjlok, seharusnya pemerintah langsung membeli dan kalau stok banyak diimpor daripada dibuang ke laut, merugi tidak apa-apa yang pentingkan cadangan pangan nasional ada,” katanya.

Pihaknya berharap ke depan, di Wonogiri dapat berdiri berbagai UKM yang memanfaatkan bahan baku singkong. Sehingga, harga pasaran singkong tetap stabil. Tak menutup kemungkinan, adanya sentuhan pemerintah daerah untuk mengakomodir komiditas pertanian.

“Sekali lagi untuk kondisi dilapangan seperti ini mohon maaf kami tidak bisa apa-apa,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge