0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Film Dokumenter Kisah Anggota Cakrabirawa Masuk Nominasi AFI 2016

(merdeka.com)

Timlo.net – Film berjudul ‘Kami Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal!’ karya pelajar SMA Rembang, Ilman Nafai masuk dalam nominasi Apresiasi Film Dokumenter Pelajar/Mahasiswa (AFI) 2016. Film berdurasi 12 menit ini bakal bersaing dengan empat film lain karya pelajar dan mahasiswa untuk menjadi yang terbaik dalam nominasi tersebut.

Ilman mengapresiasi masuknya nominasi film dokumenter yang mengangkat kisah bekas anggota pasukan Cakrabirawa yang mengawal Presiden Soekarno.

“Ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi saya. Dengan masuknya film ini dalam nominasi di AFI 2016, diharapkan bisa mengajak teman-teman pelajar lainnya agar tidak takut untuk berkarya dan membongkar sejarah,” katanya saat dihubungi, Jumat (7/10).

Ilman mengemukakan dalam proses pembuatan film dalam komunitas Gerilya Pak Dirman Film, sempat mendapat sejumlah hambatan selama masa pembuatan bahkan hingga pemutaran film. Diakuinya, film yang diproduksi dengan modal sendiri tersebut mengalami beberapa kesulitan untuk membuka sejarah yang selama ini tabu diungkap dalam masyarakat Indonesia.

“(Pada awalnya) banyak narasumber yang kurang terbuka untuk menceritakan sejarah yang dialaminya. Bahkan, sempat membuat keluarga panik gegara tahu kalau aku diintai sama Kodim,” ujarnya.

Bahkan, tak sampai disitu, pemutaran perdana yang dilakukan saat Festival Film Purbalingga (FFP) 2016 beberapa waktu silam nyaris dihentikan. Bahkan sehari setelahnya, jelas Ilman, film fiksi dengan tema yang sama, berjudul ‘Ijinkan Saya Menikahinya’ garapan Raeza Raenaldy Sutrimo yang juga masuk dalam nominasi film pendek pelajar dalam ajang AFI 2016, sepi penonton.

“Sempat (diputar) pas di Pendapa Wakil Bupati (Purbalingga), tapi itu film yang fiksinya (Ijinkan Saya Menikahinya). Namun, acaranya sangat sepi karena ketua RT setempat mendapat pesan dari pihak Kodim, bahwa akan ada pemutaran film PKI,” ucapnya.

Beredarnya pesan tersebut, membuat Ilman dan Raeza, tidak lantas jera. Film tersebut pun akhirnya ditayangkan beberapa program film pendek di kota-kota lain.

Selain film itu, satu film fiksi karya pelajar Banyumas, berjudul ‘Kenthongan’ yang digarap Wely Alfian akan bersaing dalam nominasi film pendek pelajar. Tak hanya itu, satu komunitas dari Eks-Karesidenan Banyumas juga masuk dalam nominasi apresiasi komunitas dalam ajang AFI 2016, yakni Komunitas Godong Gedang Banjarnegara.

Pegiat Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB), Bowo Leksono mengemukakan apresiasi tersebut diharapkan bisa menjadi motivasi bagi pelajar dan komunitas di Eks-Karesidenan Banyumas untuk menyuarakan suara masyarakat yang selama ini tidak tersampaikan secara luas.

“Sudah saatnya, semua suara yang belum tersampaikan bisa disuarakan dalam media film. Ini juga membuktikan karya selalu bisa dihadirkan dalam berbagai tema yang dekat dengan keseharian sosial masyarakat,” ucapnya.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge