0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengoplos Beras Impor Digerebek Polisi

Pedagang beras (dok.timlo.net/red)

Timlo.net – Bareskrim Mabes Polri menggerebek jaringan mafia beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Para pelaku tertangkap tangan sedang mengoplos beras Bulog bersubsidi dari Thailand dengan beras dari Demak.

Penggerebekan dilakukan Kamis (6/10), sekitar pukul 16.00 WIB. Polisi menyita ratusan ton beras yang telah dicampur hasil penggerebekan tersebut.

“Beras kurang lebih 200 ton, itu persediaan di gudang dan persediaan di gudang Bulog untuk subsidi sekitar 68 ton,” kata Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen Agung Setya, Kamis (6/10).

Menurut dia, beras oplosan antara beras impor dari Thailand dengan beras lokal Demak itu dijual ke pasaran sebagai beras premium. Dua pelaku pengoplos beras berinisal AS dan pemilik gudang beras berinisal TI, ikut diamankan dalam penggerebekan tersebut.

“Para pelaku menyalahgunakan distribusi cadangan beras pemerintah bersubsidi. Mereka melanggar Permendag nomor 4 tahun 2012 tentang penggunaan cadangan beras pemerintah untuk stabilitas harga,” ujar Agung.

Agung mengatakan, beras tersebut seharusnya diperuntukkan dalam kegiatan Operasi Pasar. Namun, faktanya beras tersebut dicampur dengan beras lokal untuk dijual kembali.

Selain itu, beras Bulog Thailand 15 persen yang digunakan untuk campuran tersebut juga diperoleh para pelaku dari distributor ilegal. Beras Bulog Thailand hanya didistribusikan oleh distributor yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi.

Beras Thailand dengan komposisi 15 persen merupakan beras pecah (broken) yang diimpor pemerintah Indonesia dari negeri gajah putih untuk cadangan beras. Impor tersebut dilakukan langsung oleh Bulog.

Bareskrim kemudian menyelidiki kasus penyelewengan beras subsidi itu. Beras dari PT DSU itu mengalir ke gudang milik Tan Inje dan Asai.

Saat ditanya dugaan adanya jejaring mafia pangan (beras) dalam pengungkapan kasus ini, Agung belum mau menjelaskan lebih jauh.

“Kasus ini masih dalam pengembangan dan pihak-pihak terkait masih ditelusuri,” kata Agung.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge