0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kandang Ternak Pemkab Sragen akan Dihidupkan Lagi

dok.timlo.net/agung widodo
Wabup Dedy Endriyatno saat sidak di Kandang sapi milik UPTD AUT Disnakkan Sragen yang mangkrak (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno sangat menyayangkan kondisi kandang ternak milik Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen yang saat ini tidak terurus alias mangkrak. Padahal kandang komunal tersebut sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi bermanfaat dan menguntungkan bagi warga Sragen.

“Kalau bisa diperbaiki mengapa tidak? Potensinya besar. Ternak di sini tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk penghasil susu atau daging. Tapi bisa jadi media untuk edukasi,” kata Wabup Dedy Endriyatno, Kamis (6/10).

Saat inspeksi mendadak (Sidak) di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Aneka Usaha Ternak (AUT) Disnakkan Sragen, Dedy menjelaskan, para pelajar di Bumi Sukowati bisa memanfaatkan kandang itu untuk belajar metode atau cara beternak secara berkesinambungan. Selain itu kandang yang dibangun semasa pemerintahan Bupati Untung Wiyono tersebut juga bisa jadi percontohan tingkat kabupaten.

“Sayang harusnya begitu. Untuk pengembangan biogas potensinya juga besar sekali,” ujarnya.

Kandang komunal yang terletak di Dukuh Kliro, Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo ini kondisinya berjalan baik pada masa mantan Bupati Untung Wiyono. Kandang tersebut dibangun 2004 lalu itu juga sempat dikunjungi kepala daerah baik di Jawa  ataupun luar Jawa.

“Dulu ini ini dijadikan tujuan studi banding dari kabupaten lain. Banyak bupati yang sudah datang ke sini,” kata mantra hewan UPTD Aneka Usaha Ternak (AUT) Disnakkan Sragen Muh Nur Samto.

Sementara Kepala Desa Dawung Paimin menyayangkan Pemkab kurang memberi perhatian pada kandang komunal tersebut. Dia berharap pemerintahan  saat ini kembali memperhatikan potensi yang dimiliki oleh Desa Dawung.

”Kami harap kembali seperti dulu, mengingat potensinya yang besar. Dulu jumlahnya ratusan ternak di sini, sekarang sudah banyak berkurang,” kata Paimin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge