0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kandang Sapi Pemkab Sragen Dibiarkan Mangkrak Lima Tahun

Kandang sapi milik UPTD AUT Disnakkan Sragen dibiarkan mangkrak (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen –Sudah lima tahun terakhir ini keberadaan kandang sapi dan kambing milik Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen mangkrak. Kendati masih ada aktifitas pembibitan ternak, namun tidak bisa maksimal seperti pada masa pemerintahan Bupati Untung Wiyono.

“Ini memang tidak terurus sejak tahun 2010 sampai sekarang. Aktivitas tetap ada, tapi jumlah ternaknya jauh berkurang dibandingkan dulu,” kata Mantri Hewan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Aneka Usaha Ternak (AUT) Disnakkan Sragen, Muh Nur Samto, Kamis (6/10).

Nur Samto mengungkapkan, komplek pembibitan ternak milik Pemkab tersebut berada di atas tanah seluas lima hektar, dengan jumlah kandang ada enam. Tiga diantaranya adalah kandang sapi dan sisanya kandang kandang kambing. Satu kandang kambing jenis domba  saat ini baru dalam tahap renovasi.

“Kalau sekarang ada sekitar 80 ekor domnba yang ada di sini. Tapi nanti kalau kandang yang direhab sudah jadi bisa menampung sekitar 200 ekor,” terangnya.

Sedangkan untuk jumlah sapi sendiri sekarang hanya ada enam ekor dengan rincian empat induk dan dua peranakan. Padahal dulu pada awal dibangun sekitar tahun 2005, jumlah sapi yang ada di peternakan tersebut mencapai 140 ekor sapi.

Nur Samto menjelaskan, untuk pembibitan ternak sendiri, setiap tahun pihaknya mendapat anggaran sebesar Rp 100 juta dari APBD. Anggaran itu diantaranya untuk upah tenaga kerja yang jumlahnya delapan orang, pemeliharaan, pakan dan lainnya. Di sisi lain dari hasil pembibitan itu UPTD juga diwajibkkan menyetor hasil usaha ke kas daerah (Kasda) Pemkab Sragen.

“Kita diwajibkan menyetor ke kas daerah, terakhir kita setor Rp 70 juta per tahun,” kata Nur Samto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge