0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Elektabilitas Turun, Tim Sukses Ahok-Djarot Buat Survei Internal

merdeka.com
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Djarot Saiful Hidayat (merdeka.com)

Timlo.net – Penurunan elektabilitas pasangan bakal calon gubernur DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dianggap masih dalam taraf wajar. Hal tersebut merupakan pola biasa dalam survei dan gejala alami karena memang telah ada calon definitif.

“Beberapa persen undecided voters (pemilih yang sebelumnya belum menentukan pilihan) tentu berpindah ke kandidat lain,” kata Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot dalam pemilihan gubernur DKI 2017, Ansy Lema, Kamis (6/10).

Pihaknya juga mengklaim telah membuat survei internal. Hasilnya, elektabilitas Ahok-Djarot masih di atas angka 40 persen. Berbeda dengan LSI yang menyebut jumlah undecided voters (pemilih yang belum menentukan pilihan) sebesar 28,2 persen, Ansy menyampaikan angka undecided voters hasil survei internal timnya jauh di bawah angka itu, bahkan di bawah 13 persen.

“Setelah calon telah diumumkan secara definitif, masyarakat sebenarnya telah disuguhkan pilihan. Maka, logis angka undecided voters mestinya menurun drastis,” katanya.

Dosen FISIP Universitas Nasional (Unas) Jakarta ini menilai wajar jika elektabilitas pasangan Anies-Sandi dan Agus-Sylvi melesat tajam dalam waktu singkat. Sebab kandidat yang dimunculkan adalah figur kaliber dan telah dikenal publik.

Namun, dia meyakini fenomena ini tidak akan berlangsung lama. Hal tersebut merupakan euforia sesaat akibat efek keterkejutan pasca dimunculkannya calon yang tidak disangka-sangka publik.

“Tapi, pasti akan ada titik jenuh. Situasi segera kembali normal. Kami percaya Ahok-Djarot bisa rebound lagi ketika ‘masa bulan madu’ Anies-Sandi dan Agus-Sylvi segera habis. Apalagi tingkat kepuasan publik pada pasangan petahana masih tinggi di atas 75 persen,” jelasnya.

Menurutnya, pada akhirnya pemilih akan realistis, yakni akan memilih pemimpin yang sudah terbukti berkinerja baik dan teruji rekam jejaknya.

“Pemilih Jakarta adalah pemilih cerdas yang memilih atas dasar kinerja konkret, bukan sebatas janji,” katanya.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge