0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nama Jokowi Sering Dicatut Pengikut Dimas Kanjeng

Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi ditangkap polisi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Amin Yati mengaku pernah diajak seorang ustaz asal Palembang untuk menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Agar korbannya terpikat, ustaz yang telah terlibat itu meyakinkan Amin jika padepokan Dimas Kanjeng itu pernah didatangi Presiden Joko Widodo.

Kehadiran Jokowi itu pada suatu acara yang digelar di Padepokan Dimas Kanjeng sebelum kasus pembunuhan dan penipuannya mencuat ke permukaan. Bahkan, mantan Kapolri dan Jaksa Agung turut hadir menemani presiden kala itu.

“Dia (ustaz) itu mau ngajak saya, dia bilang pernah melihat Pak Jokowi, mantan Kapolri dan Kejagung waktu ada acara di Padepokan Dimas Kanjeng,” ungkap Amin saat dihubungi merdeka.com, Kamis (6/10).

Namun, kata Amin, dia tak langsung percaya dengan pengakuan pengikut Dimas Kanjeng itu. Sebab, pengakuannya tidak meyakinkan karena sering berubah-ubah.

“Dia terlihat takut, berubah-ubah omongannya. Jadi, tidak tidak bisa dipercayai sebelumnya. Mungkin itu biar meyakinkan saja,” ujarnya.

Amin menambahkan, para pengikut Dimas Kanjeng asal Palembang belum menyetor uang untuk digandakan. Hanya saja, mereka sudah mendaftar dan telah datang langsung ke padepokan.

“Katanya belum nyetor tapi sudah jadi pengikut, datang ke padepokan Dimas Kanjeng di Jawa itu,” pungkasnya.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge