0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Pelaksana Proyek Terancam Di-blacklist

Ketua Fraksi Demokrat Nurani Rakyat (FDNR) DPRD Solo, Supriyanto (dok.timlo.net/red)

Solo — Kinerja pelaksana proyek di Kota Solo mendapat sorotan tajam kalangan legislatif. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, capaian kinerja yang dilakukan para kontraktor jauh dari kata memuaskan, mengingat masih adanya proyek yang tersendat dan terjadi keterlambatan pengerjaan.

“Kalau gak sesuai dengan kesepakatan dan terlambat melakukan pengerjaan blacklist saja. Jangan diikutsertakan di proyek berikutnya,” terang Sekretaris Komisi II DPRD Kota Solo, Supriyanto, Kamis (6/10).

Disinggung terkait pelaksana proyek yang terancam di-blacklist, Supriyanto mengaku, diantaranya pelaksana proyek penataan drainase Kyai Mojo, koridor Gatot Subroto dan kawasan Adi Soemarmo. Hingga saat ini, ketiganya tak menunjukkan progres yang baik dalam mengerjakan proyek.

Pihaknya sangat menyayangkan kurang maksimalnya pemanfaatan anggaran kerja lantaran para pelaksana kurang serius menggarap proyek. Padahal, Kota Solo mendapatkan kucuran dana yang cukup besar dari APBN maupun APBD untuk kepentingan infrastruktur di 2016.

“Padahal ini kesempatan emas, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik karena pelaksana proyek ceroboh,” tandasnya

Tak hanya itu, legislator juga menyorot terkait pembanguan Pasar Klewer. Sejauh ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah memanggil pelaksana proyek untuk segera merampungkan pengerjaan. Pasalnya, proyek tersebut baru mencapai 50 persen. Sementara, durasi proyek yang tersisa tinggal tiga bulan. Ancaman blacklist juga ikut membayangi pelaksana proyek dalam hal ini PT Adhi Karya.

“Kita lihat saja kelanjutannya. Kalau tak sesuai, tentu ada konsekuensinya,” ucap Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, YF Soekasno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge