0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Atasi Banjir, Pemkot Gandeng Kabupaten Sekitar

dok.timlo.net/daryono
Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Banjir yang menggenangi pemukiman di sekitar Sungai Jenes baru-baru ini hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi Pemkot Solo. Sudah saatnya, bagi Pemkot Solo mengajak pemerintah daerah sekitar guna membahas manajemen penanggulangan banjir supaya Kota Solo tidak terdampak.

“Banjir di Solo ada dua faktor, lokal dan luar daerah. Bila umumnya air datang dari Wonogiri dan Sukoharjo, kemarin itu dari Boyolali. Sudah saatnya, Pemkot duduk bersama dengan kabupaten lain dalam menyelesaikan masalah ini,” terang Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, YF Sukasno, Kamis (6/10).

Komunikasi yang dilakukan, terang Politisi PDIP tersebut, membahas tentang kajian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dirinya meyakini, pembangunan infrastruktur di sebuah wilayah akan berdampak besar terhadap kemampuan serapan air. Ia mencontohkan, jika terdapat pembangunan proyek besar disuatu daerah yang makin masif maka akan berpengaruh pada resapan air. Sehigga, tak menutup kemungkinan air akan terus mengalir dan meluap di kawasan Kota Solo.

“Sudah saatnya menghilangkan ego sektoral masing-masing daerah dan mulai menatap kedepan, supaya pembangunan daerah lain tidak berimbas kepada Kota Solo,” jelasnya.

Terpisah, Koordinator Perawatan dan Pengoperasian Pompa Air Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Purwoko mengatakan, satu hal yang harus diwaspadai adalah aliran Kali Anyar yang mendapat kiriman air dari Boyolali. Banjir bisa saja terjadi jika kawasan lereng gunung terus diguyur hujan.

“Apabila pintu air Joyontakan sudah naik dua setengah meter, tentu akan kita tutup dan pompanya dihidupkan. Sementara, batas pintu air Pucang Sawat ditetapkan lima meter. Kalau sudah mencapai itu, baru dinyatakan siaga,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge