0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hunian di Balai Kampung Mangkubumen, Dewan : Pemkot Segera Bersikap

timlo.net/achmad khalik
Komisi I DPRD Kota Solo melakukan sidak di proyek Pembangunan Balai Kampung Kelurahan Mangkubumen (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Komisi I DPRD Kota Solo mendesak Pemkot supaya segera menyelesaikan masalah hunian liar yang berada di kompleks pembangunan Balai Kampung Kelurahan Mangkubumen. Pasalnya, pemilik hunian yang terletak di lahan kawasan Jalan RM Said No 236, RT 06/ RW 03 Mangkubumen, Banjarsari tersebut telah kalah dipersidangan.

“Hunian itu statusnya hak pakai (HP), dimana pemilik aslinya adalah Pemkot Solo. Pemilik hunian bernama Suroyo, telah melakukan gugatan dan kalah di persidangan. Artinya, seharusnya Pemkot segera mengambil sikap dengan membebaskan lahan ini untuk di bangun Balai Kampung Kelurahan Mangkubumen,” terang Ketua Komisi I DPRD Kota Surakarta, Budi Prasetyo, Rabu (5/10).

Sejauh ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bagian Hukum Pemkot maupun pihak terkait agar pengosongan segera dilakukan. Diharapkan dalam waktu dekat disposisi walikota segera muncul guna memastikan waktu eksekusi.

“Instruksi pengosongan sebenarnya sudah dikeluarkan sejak Januari awal lalu. Tapi, tetap pemilik hunian ini masih ngeyel. Seharusnya, Pemkot bersikap tegas,” tandas Budi.

Sementara itu, Lurah Mangkubumen, Agung Wijayanto mengatakan jika dirunut berdasarkan sejarahnya dulu lokasi pembangunan Balai Kampung Kelurahan Mangkubumen ini merupakan merupakan bekas lokasi Balai Warga yang sempat digunakan eks Gedung Pemuda Theater. Penghuni rumah liar saat ini merupakan warga yang mendapat tugas untuk mengelola tanaman kebun di atas lahan tersebut. Kini, kawasan tersebut hendak dikembalikan fungsinya.

“Gugatan Suroyo, ingin agar ia tetap bisa menempati lahan dan punya hak disana,” katanya.

Di tengah polemik tersebut, pembangunan balai warga tetap terus berjalan. Sesuai konsep, bagian tengah kawasan tersebut akan digunakan untuk bangunan pendapa, sedangkan sisi kanannya untuk tempat gamelan dan sarana lain. Angaran pembangunan gedung tersebut mencapai Rp 1,372 Miliar berasal dari dana APBD 2016. Proyek ditargetkan rampung pada awal Desember mendatang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge