0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyaluran Bantuan Non Tunai Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

timlo.net/setyo pujis
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo saat meninjau toko yang digunakan untuk uji coba bantuan secara non tunai (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Telkomsel bekerjasama dengan PT Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) lakukan uji coba penyaluran bantuan social pemerintah secara non tunai melalui layanan TCASH. Uji coba yang dilakukan di Toko Rizky Kelurahan Kampung Baru tersebut merupakan kali kedua, karena sebelumnya pernah dilakukan pada Agustus 2016.

“Uji coba penyaluran non tunai bantuan sosial ini merupakan bentuk dukungan Telkomsel dan BTPN kepada pemerintah. Khususnya dalam rangka percepatan keuangan inklusi dan gerakan nasional non tunai melalui teknologi informasi,” ujar Manager Branch Telkomsel Solo, Gede Ketut Darma Budiawan kepada wartawan, Rabu (5/10).

Selain itu, uji coba tahap kedua ini perlu dilakukan supaya dapat menguji kesiapan sistem. Agar jika diterapkan sepenuhnya pada tahun depan tidak ada kendala saat melakukan penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Budi menambahkan, dengan layanan penyaluran bantuan melalui layanan TCASH lebih meningkatkan efektifitas distribusi. Karena dengan penggunaan sistem tersebut dana bantuan menjadi lebih tepat sasaran, tepat waktu dan mengurangi resiko kebocoran.

“Selain itu penerima manfaat juga dapat secara langsung mengetahui informasi terkait bantuan social dari ponselnya. Baik notifikasi distribusi bantuan, jumlah dana maupun histori transaksi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Penanggulangan Kemiskinan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Vivi Yulaswati menyampaikan, meskipun uji coba dalam tahap kedua itu tidak ada kendala yang berarti tapi evaluasi terus dilakukan agar penyaluran bisa lebih efektif.

“Dari evaluasi yang kita lakukan, untuk proses pencairan memang masih membutuhkan waktu agak lama, serta barang dagangannya masih terbatas. Oleh karena itu harapan kita kedepan bisa lebih baik,” terangnya.

Dalam penyaluran bantuan social tersebut, si penerima manfaat mendapatkan saldo sebesar Rp 220 Ribu per kepala keluarga. Dengan rincian Rp 110 Ribu diambil uang dan sisanya untuk melakukan pembelian sembako, seperti susu, telur dan beras.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge