0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumlah Desa Rawan Banjir Bertambah

Kondisi Sungai Bugel paska banjir (timlo.net/nanin)

Boyolali — Diduga karena daerah resapan air telah berubah menjadi perumahan dan pabrik, berdampak pada jumlah desa yang rawan terjadi bencana banjir. Tahun lalu, data di BPBD Boyolali tercatat ada 25 desa yang rawan banjir, tahun ini menjadi 36 desa.

“Ini yang harus kita waspadai sejak dini, apalagi dengan cuaca sangat ekstrim,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Boyolali, Purwanto, Rabu (5/10).

Selain itu, lokasi rawan tanah longsor juga bertambah. Saat ini tercatat ada 76 desa rawan longsor, sedangkan tahun lalu hanya 40 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Untuk desa rawan banjir tersebar di 12 kecamatan, yaitu Ampel, Sambi, Mojosongo, Sawit, Kemusu, Wonosegoro, Juwangi, banyudono, Ngemplak, Nogosari, Musuk, Teras. Empat kecamatan di antaranya memiliki luasan area rawan banjir terbesar, yaitu Ampel, Banyudono, Ngemplak, dan Juwangi.

“Rata-rata di empat kecamatan tersebut ada empat hingga lima desa yang rawan banjir,” tambahnya.

Sementara untuk 76 desa rawan longsor tersebar di 17 kecamatan. Empat kecamatan yang memiliki luasan area rawan longsor terbesar adalah Cepogo (15 desa), Selo (10 desa), Klego (9 desa), dan Simo (7 desa).

“Hanya dua kecamatan yang tidak rawan longsor yaitu Ngemplak dan Wonosegoro, karena berada di dataran rendah,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge