0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keterangan Jessica Dinilai Inkonsisten

Terdakwa Jessica Kumala Wongso bersama kuasa hukumnya (merdeka.com)

Timlo.net – Sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso masuk pada agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kesaksian Jessica yang sering menyatakan ‘tidak tahu’ pada sidang ke-26 lalu menjadi perhatian JPU.

“Bahwa atas keterangan terdakwa di persidangan banyak lupa atau tidak ingat atas peristiwa terjadi pada Rabu, 6 Januari 2016. Sementara memiliki ingatan tajam soal kejadian yang lebih lama dari kejadian 2016 saat ditanya penasihat hukum,” kata Jaksa Melani saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/10).

Melani menuturkan alasan Jessica saat itu lupa lantaran kejadian tersebut sudah terjadi beberapa bulan silam. Padahal apa yang ditanyakan jaksa dan majelis hakim hanya seputar kejadian di Kafe Olivier, West Mall Grand Indonesia.

“Terdakwa tidak mengakui sosok terdakwa di rekaman CCTV, tidak mengakui BAP, tidak mengakui rekonstruksi bahkan menyentuh dan memindahkan sedotan di meja es kopi Vietnam,” tutur Melani.

Pada sidang tanggal 28 September 2016 itu pihaknya menilai terdakwa Jessica sengaja menyangkal pernyataan saksi atau ahli yang berhubungan dengan kematian Mirna.

“Di mana pada intinya menyangkal saksi dan ahli yang berhubungan antara keterangan satu dan lainnya yang membenarkan suatu kejadian pembunuhan dengan rencana terlebih dahulu. Maka terkait pengingkaran ini mengacu ke yurispudensi dan undang-undang perundang-undangan,” kata Melani.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge