0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masih Ada Pungli di Samsat, Ganjar Marah

merdeka.com
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (merdeka.com)

Timlo.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Samsat Kota Magelang, Rabu (5/10). Ganjar menemukan ada pungutan liar (pungli) oleh aparat saat melakukan cek fisik kendaraan.

Sugiharto, warga Magelang Tengah, mengaku dimintai uang sebesar Rp 50 ribu oleh seorang polisi saat mengurus pelat nomor dan cek fisik kendaraan roda duanya. Pengakuan itu disampaikannya ketika ditanya langsung oleh Ganjar.

“Ngurus nopo (urus apa) pak? Dimintai uang enggak?” tanya Ganjar, Rabu (4/10).

“Ngurus pajak Pak Gub. Tadi waktu cek fisik dimintai uang Rp 50 ribu sama petugas cek,” jawabnya.

Mendengar pengakuan itu, dia mengajak lelaki tersebut menuju ke loket dan meminta agar uang yang diberikan kepada Brigadir Dani, petugas loket cek fisik, untuk dikembalikan.

“Wah kok bayar! Siapa yang suruh bayar. Ayo sini pak, minta kembali lagi uangnya,” tegas Ganjar sambil menuntun Sugiharto.

“Tadi salah ngomong dan salah denger pak,” kilah Dani sembari mengembalikan uang milik Sugiharto.

setelah mendapatkan uangnya kembali, Sigiharto mengungkapkan kerap dimintai uang setiap kali mengurus perpanjangan pajak kendaraan roda dua miliknya. Uang yang dibayarkan sebesar Rp 50 ribu, tanpa disertai kuitansi.

“Tadi saya dimintai uang Rp 50 ribu. Enggak tahu kenapa langsung diminta uang begitu saja. Katanya untuk administrasi formulir, padahal setahu saya gratis,” keluh Sugiharto.

“Temen-teman saya juga semua ditarik. Saya terpaksa membayar karena katanya memang begitu alurnya,” lanjut kakek berambut putih itu.

Saat dikonfirmasi wartawan, Ganjar mengaku kecewa dengan maraknya praktik pungli di beberapa Samsat.

“Sebenarnya kekecewaan saya sudah lama. Wong ini kejadiannya bukan hanya sekarang kok. Sudah dari dulu terjadi kok. Jadi naik turun, naik turun ada, enggak ada,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Meski demikian, Ganjar memuji tindakan petugas Samsat Wonogiri. Mereka tidak memungut pungli dan mendeklarasikan untuk menolak praktik pungli.

“Kemarin sempat Kapolres Wonogiri itu menarik. Dia malah waktu saya kunjungi mendeklarasikan diri dengan pelayanan online, bebas korupsi, bebas pungli dan dia sampaikan. Maka saya mengapresiasi. Nah tinggal kita lihat, mudah-mudahan kawan-kawan yang lain mendukung itu. Sehingga samsat jadi lebih baik, saya carikan solusi lah,” ungkap mantan anggota DPR RI dua periode ini.

Praktik pungli kesalahan tidak hanya ada pada petugas, bahkan bisa dilakukan oleh masyarakat yang ingin proses pengurusan pajaknya dipercepat atau masyarakat sebagai wajib pajak tidak mau mengurus sendiri melalui calo.

“Maka tulisanya di depan semua urus sendiri lebih cepat. Nah ternyata urus sendiri masih ada yang belum bisa bersepakat. Ada yang sudah bersih mau tidak menggunakan itu dan tidak mau,” terangnya.

Ganjar menambahkan, meski praktik pungli ini tidak sebanding nilainya namun. Yang terpenting bagi dirinya adalah mentalitas petugas dan masyarakat yang melakukan dan memunculkan pungli harus dibenahi.

“Sebenarnya duitnya nggak gede tapi kalau akumulasi tiap hari kan ya gede,” jelas dia.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge