0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panen Raya Singkong, Harga Anjlok, Petani Ngeluh

Panen singkong (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sejumlah petani singkong mengeluhkan rendahnya harga pasaran singkong. Terlebih lagi saat ini tengah memasuki musim panen raya singkong. Hasil panenan singkong menurut mereka tak sebanding dengan biaya yang selama ini keluarkan dari proses tanam hingga panen.

“Saat ini di pasaran, harga singkong hanya Rp 670 – Rp 720 perkilonya,” ungkap petani singkong asal Desa Pondok Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, Supardi, Rabu (5/10).

Hampir satu tahun, para petani ini menanti hasil jerih payah mereka. Namun ketika panen, harga di pasaran anjlok. Supardi juga menuturkan, untuk menggarap lahan singkong yang ia sewa selama ini membutuhkan biaya jutaan rupiah.

Dalam sekali tanam ,dimulai dari proses tanam hingga panen, untuk lahan seluas 8-10 ribu meter persegi menelan biaya Rp 12 juta. Belum lagi ditambah ongkos sewa lahan pertahunnya Rp 5 juta, dengan total biaya Rp 17 juta.

Sedang saat panen seperti saat ini, lahan yang ia sewa itu menghasilkan panenan sebanyak 15 ton singkong. Jika dikalikan dengan harga Rp 670 perkilonya maka tentunya petani merugi jutaan rupiah.

“Hasilnya habis buat ongkos transportasi (sewa angkutan truk) ,belum lagi membayar upah pekerja,” ujarnya.

Dia menyebut, pangsa pasar singkong di Wonogiri anjlok lantaran dipengaruhi melemahnya harga sekaligus penjualan tepung tapioka di pabrik-pabrik pengolahan singkong yang ada di Wonogiri. Menurutnya, saat ini harga tepung tapioka berkisar Rp 6.500 perkilonya, sehingga pabrik-pabrik tepung tapioka menghentikan produksi dan memilih menimbun tepung tapioka menunggu pasaran pulih.

“Kami berharap di saat pasaran singkong anjlok seperti ini, pemerintah atau instantsi yang terkait turun tangan membantu kesulitan para petani,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge