0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Liter Jamu Oplosan Disita Polisi, Ini Alasannya

dok.timlo.net/achmad khalik
Polisi sita jamu oplosan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Polsek Laweyan mengamankan ratuan liter jamu oplosan di sebuah warung jamu kawasan Pasar Kleco, Solo. Jamu yang telah diletakkan dalam botol air mineral ukuran setengah dan satu setengah liter ini juga tidak disertai dengan komposisi dan label dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami khawatir jika jamu tanpa label BPOM dan komposisi ini membahayakan konsumen,” terang Kapolsek Laweyan Kompol Agus Puryadi, Selasa (4/10) siang.

Penjual jamu oplosan, Haryono (65) mengaku dirinya telah menjalani bisnisnya selama 25 tahun. Sejauh ini, jamu yang diproduksi oleh dirinya tidak menemui masalah apapun. Bahkan, hasil jamu yang diproduksi tersebut laris manis dipasaran.

“Saya sudah 25 tahun jual jamu ini, tidak ada komplain dari pelanggan,” terangnya.

Disinggung terkait komposisi atau bahan pembuat jamu oplosan tersebut, Haryono mengaku, untuk tiap pembuatan dirinya menggunakan bahan alkohol, dicampur kayu secang, temulawak, biji brotowali serta exstract buah kawis dan dimasak dengan menggunakan air mineral. Setelah dimasak, ramuan jamu tersebut didiamkan hingga dingin baru dikemas kedalam botol air mineral.

“Untuk ukuran setengah liter, saya jual Rp 20 ribu. Dan untuk ukuran satu setengah liter dijual seharga Rp 50 ribu,” jelasnya.

Kapolsek Kompol Agus Puryadi mengatakan, meski belum ada laporan terkait adanya korban yang mengkonsumsi jamu oplosan tersebut namun pihaknya mencurigai kandungan alkohol di dalamnya. Pasalnya, alkohol yang digunakan oleh peracik jamu ini memiliki kandungan yang cukup tinggi mencapai 96 persen.

“Memang belum ada korban jatuh, tapi apakah harus menunggu korban jatuh dulu sebelum kita melakukan tindakan? Dengan adanya kasus ini, kami menghimbau kepada masyarakat supaya berhati-hati mengkonsumsi minuman jamu dan masyarakat hendaknya memilih jamu yang telah dilengkapi dengan label BPOM supaya aman dan tidak menimbulkan efek samping,” jelas Kapolsek.

Atas tindakannya tersebut, Haryono dikenakan tindak pidana ringan dan diimbau supaya menghentikan bisnis penjualan jamu oplosan yang dilakukan selama ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge