0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seratusan Pengikut Dimas Kanjeng di Bali Bubar

Pengasuh Padepokan Kanjeng Dimas ()

Timlo.net – Sekitar seratusan pengikut Dimas Kanjeng yang berada di sebuah pondok yang terletak di Tabanan, Bali, membubarkan diri. Mereka meninggalkan pondok di Tabanan setelah mengetahui Dimas Kanjeng ditangkap polisi.

“Di sini aktivitas merek biasa saja. Tidak mengganggu ketenangan warga, saling menghormati. Pokoknya ya wajar wajar aja, tidak ada yang aneh. Justru warga sekitar sini kaget kalau ternyata pondok itu kasus,” tutur warga di sekitar lokasi pondok di wilayah Pupuan Tabanan di Bali, Selasa (4/10).

Menurut warga, pondok yang diberinama Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, itu dibangun 2015. Pengikutnya banyak datang dari wilayah desa dan kabupaten lain di Bali.

“Kalau datang dengan pakain adat Bali, kami tidak lihat itu. Justru warga kami sering bertanya orang dan agama apa yang sering gelar ritual di padepokan itu,” lanjut orang tadi.

Namun warga melihat setiap hari ada saja yang keluar dan masuk padepokan.

“Setiap hari ada saja orang yang datang, tapi tidak banyak,” imbuhnya.

Sebelum dan sesudah terjadi kasus, warga setempat mengaku tidaklah sulit mencari padepokan yang dibangun dekat lahan perkebunan milik warga. Dari Kota Denpasar setidaknya perlu waktu sekitar 1 jam 45 menit untuk tiba di sebuah bangunan dari bata merah itu.

Padepokam ini berada di puncak jalur tujuan Tabanan-Singaraja di perbatasan antara Desa Belimbing dan Desa Sanda, Kecamatan Pupuan Tabanan.

Begitu kabar tentang pimpinan pondok tertangkap. Pengikut di Tabanan langsung menghilang. Diduga pengikut Dimas Kanjeng yang tinggal menetap di pondok itu pergi ke Jawa mencari tahu soal kebenaran ditangkapnya pimpinannya, Kanjeng Sunan.

Secara terpisah, Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto meyakinkan kalau padepokan itu kini sudah ditutup sejak mencuatnya kasus pembunuhan dan penipuan yang dilakukan pimpinan padepokan.

“Padepokan Dimas Kanjeng yang ada di Pupuan telah kami tutup pascaterjadi penangkapan tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Purbolinggo, Jawa Timur,” jelas Marsdianto.

Dijelaskannya, kegiatan yang ada di padepokan tersebut selama ini hanya berupa sarasehan. Catatan yang diterimanya jumlah pengikut yang tinggal menetap ada 14 orang.

“Jumlah pengikutnya belasan, itu yang di sini (Tabanan),” Imbuh Marsdianto.

Sejauh ini, kata dia, belum ada pihak yang melapor secara resmi menjadi korban dari Dimas Kanjeng terkait kasus penggandaan uang. Pihaknya membuka ruang bagi masyarakat yang merasa dirugikan atau tertipu oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi, baik melapor di Polres maupun Polsek terdekat.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge