0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polres Siap Dukung Satgas UU Perlindungan Anak

dok.timlo.net/tarmuji
Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Selama kurun waktu Januari hingga September 2016 terjadi puluhan kasus asusila anak dan perempuan. Dari data Polres Wonogiri, baik pelaku maupun korban kebanyakan masih di bawah umur. Sehingga, perlu penanganan terpadu dalam pencegahan dan pengimplementasian Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA).

“Tahun 2016, ada sekitar 35 kasus. Baik KDRT, penelantaran, penganiayaan, seksual anak, kekerasan seksual dan pergaulan bebas,” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor, Senin (3/10).

Dari puluhan kasus tersebut, korban maupun pelaku merupakan anak di bawah umur. Namun juga ada beberapa kasus yang pelakunya sudah dewasa. Jika pelaku yang melanggar undang-undang perlindungan anak itu masih di bawah umur, diterapkan upaya diversi ataupun rehabilitasi oleh lembaga tertentu.

Tak hanya itu saja, kepolisian dengan dinas terkait juga membantu proses rehabilitasi bagi korban anak di bawah umur dengan upaya pendampingan. Agar korban dapat percaya diri dalam menjalani kehidupan. Sedangkan tahun 2015, Polres Wonogiri mencatat kasus serupa sebanyak 51 kasus.

Sementara itu, saat ditanya tentang kolaborasi Polres Wonogiri dan Pemkab Wonogiri dalam pembentukan Satgas UUPA, Kapolres sangat mengapresiasi kebijakan tersebut. Ia berharap banyak, kasus asusila dapat ditekan dengan program tersebut.

“Kita salut dengan Pemkab Wonogiri yang perhatian sekali melindungi warganya, khususnya anak- anak generasi penerus bangsa. Untuk itu kami akan bersama-sama melakukan aksi untuk melundungi anak. Untuk langkah selanjutnya ke depan adalah edukasi dan himbauan kepada yang potensial jadi korban dan yang potensial jadi pelaku asusila,” tandasnya.

 

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge