0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Festival Suronan Sambut Awal Tahun Baru Hijriyah

dok.timlo.net/putra kurniawan
Kirab pusaka dalam puncak Festival Suronan di Majelis Faletehan Weru, Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Menyambut datangnya Tahun Baru Hijriyah, Majelis Falatehan Desa KArangwuni, Kecamatan Weru, Sukoharjo menggelar Festival Suronan selama tiga hari. Acara ini sebagai wujud kecintaan terhadap budaya jawa agar tidak punah dimakan perkembangan jaman, sekaligus sebagai syiar agama Islam.

“Festival ini rutin kita adakan setiap awal Bulan Muharram atau pada kalender jawa Bulan Suro, acara ini sebagai bentuk kecintaan kita kepada budaya Jawa. Ada berbagai macam kegiatan utamanya budaya dan kesenian tardisional, tapi ada juga kesenian modern,” kata Pimpinan Majelis Faletehan, Muhammad Asyhari, Senin (3/10).

Acara diawali dengan lomba panahan tradisional (Jemparingan) yang diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai daerah memperebutkan Piala Dandim Sukoharjo. Dilanjutkan dengan praktik membatik massal oleh ratusan siswa SMK dengan tujuan untuk mengenalkan proses pembuatan batik kepada generasi muda.

Selain itu juga dilakukan berbagai pentas kesenian, mulai dari yang tradisional hingga modern dengan menampilkan sejumlah grup band. Dalam festival ini juga ada pameran batik dan pusaka peninggalan jaman kerajaan Majapahit hingga Mataram Islam.

“Puncak acara kita menggelar kirab budaya dan pusaka yang diikuti ratusan santri dan warga masyarakat. Dengan media festival ini, kami ingin mengajak masyarakat agar wong Jowo ojo ilang Jawane, karena kita punya budaya sendiri, jangan sampai terpengaruh budaya asing,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge