0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wacana Pembangunan Bandara, Pemkab Siapkan Lahan 35 Hektar

dok.timlo.net/nanin
Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, salah satu lokasi yang diincar untuk pembangunan Bandara (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Wacana pembangunan bandar udara (Bandara) komersil di Boyolali, saat ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Desa Madu, Kecamatan Mojosongo. Pasalnya, Desa Madu menjadi salah satu lokasi yang dilirik Bupati Boyolali Seno Samudro untuk pembangunan Bandara.

“Iya betul, saya pernah dipanggil Pak Bupati, dijelaskan rencana dan gambar pembangunan Bandara,” kata Kades Madu, Mardimin, Senin (3/10).

Meski hingga saat ini belum ada sosialisasi langsung ke masyarakat, namun menurut Mardimin, pihaknya sudah menyiapkan 35 hektar lahan. Lahan tersebut terdiri dari 15 hektar tanah kas desa dan 20 hektar milik masyarakat.

“Selama ini lahan kas desa disewa warga dan ditanami tumpang sari, ada kacang, jagung, pepaya,” tambahnya saat ditemui di Balai Desa Madu.

Dijelaskan, pembangunan Bandara nantinya akan melewati tiga desa, yaitu Tambak, Karangnongko dan Madu, sepanjang 3 kilometer. Pembangunan sendiri akan dimulai dari Tambak mengarah ke barat atau menuju ke Desa Madu. Menurut informasi, sudah ada petugas dari DPU ESDM yang mengukur lahan yang akan digunakan untuk Bandara.

“Kalau masyarakat di sini, ada yang setuju ada yang tidak, tapi karena belum ada sosialisasi, ya baru sebatas omongan saja,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Seno Samudro mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan MoU dengan investor. Hanya saja, pembangunan Bandara ini harus mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi. Pasalnya, anggaran pembangunan bandara seluruhnya dari inevestor. Untuk pembangunan Bandara disiapkan anggaran Rp 450 triliun.

“Tahap pertama dibangun dengan anggaran Rp 50 triliun,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge