0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Istri Abdul Gani Mengaku Dimas Kanjeng Penipu

merdeka.com
Erwin Hariyati (merdeka.com)

Timlo.net – Erwin Hariyati, istri kedua Abdul Gani (38), warga Probolinggo, Jawa Timur yang tewas dibunuh orang suruhan pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi buka suara terkait perilaku Dimas Kanjeng. Erwin mengaku mendiang suaminya itu pernah begitu dekat dengan Taat Pribadi.

Sejak mendirikan padepokan bersama Gani pada Medio 2007 silam, Taat Pribadi mendapat anugerah gelar Sri Raja Prabu Rajasanagar Raden Mas Kanjeng. Sementara gelar Sultan Agung disematkan untuk Abdul Gani, karena memiliki peran penting di padepokan.

Sayang, persahabatan antara sang raja dan sultan, berakhir di tahun 2015. Penyebabnya, Taat dianggap telah menipu banyak orang. Uang para pengikutnya tak kunjung kembali. Apalagi bertambah. Saat uang tersebut diminta, justru yang diterima adalah teror dan ancaman.

Penyebab perpecahan yang lain, yaitu kabar kematian Ismail, yang juga berperan atas berdirinya padepokan. Kemudian Ismail, juga disinyalir ingin ‘berontak.’

“Bagi siapa saja yang sudah menjadi anggota, sulit keluar. Meminta uangnya kembali saja susah, apalagi ingin keluar padepokan. Yang akan diterima adalah teror dan ancaman dari para pengikut Taat,” terang Erwin, kemarin.

Perempuan yang dinikahi Gani tahun 2015 silam ini kembali bercerita, sejak muda, suaminya memang berkawan karib dengan Taat.

“Kemudian, suami saya dan Taat mendirikan padepokan itu sekitar Tahun 2007. Karena sudah berkawan lama, jadi suami saya tahu betul soal padepokan. Sampai-sampai suami saya juga diberi gelar Sultan Agung, karena punya peran penting di situ,” ungkap perempuan yang belum dikaruniai anak ini.

Peran penting Gani itu, dikisahkan Erwin, selain turut membantu berdirinya padepokan, juga melakukan perekrutan calon pengikut.

“Sampai akhirnya muridnya bertambah banyak. Yang cari dan ngoordinir ya suami saya. Makanya, suami saya tahu betul soal padepokan. Dia (Gani) sendiri yang cerita sama saya sebelum kejadian,” ceritanya perempuan yang berprofesi di bidang entertain ini.

Soal ilmu menggandakan uang, Erwin mengaku, berdasarkan cerita sang suami, itu cuma trik.

“Buktinya ndak ada uang yang kembali. Uang suami saya sudah miliaran masuk, tapi gak pernah kembali. Memang itu bukan semua uang milik suami saya, tapi juga uang dari korban-korban lain, yang direkrut suami saya. Termasuk Ismail, teman suami saya yang meninggal lebih dulu itu.”

Apakah Gani juga memiliki kemampuan menggandakan uang seperti yang dilakukan Taat?

“Saya tidak tahu ya kalau soal itu. Saya pribadi memang ndak percaya. Bahkan suami saya sebelum meninggal cerita kalau itu semua ndak bener. Itu cuma trik,” katanya lagi.

Aktivitas di padepokan, masih cerita Erwin seperti yang dikisahkan suaminya, ada banyak.

“Termasuk soal foto-foto bersama orang-orang penting (termasuk foto dengan presiden) itu semua editan. Kalau menggandakan uang, itu ada kegiatan khusus. Tapi itu semua (penggandaan uang) enggak bener, cuma trik. Kalau uangnya diminta, pasti diteror sama orang-orangnya Taat,” sewot Erwin.

Hingga suatu ketika, Gani mengetahui rekannya Ismail tewas. Jasad Ismail ditemukan di perbatasan Situbindo-Banyuwangi. Gani mencium itu ulah sang raja bersama para kaki tangannya.

“Suami saya kemudian ke Jakarta. Dia ingin melapor ke polisi di Jakarta. Karena sering mendapat ancaman, akhirnya saya dipindah, pulang kembali ke Banyuwangi awal 2016,” ucapnya.

Sayang, upaya Gani gagal. Dia tewas menyusul Ismail, yang meninggal lebih dulu. Rahasia Padepokan Kanjeng Dimas tetap tertutup rapat. Hingga akhirnya Polda Jawa Timur membekuk Taat Pribadi bersama para pengikutnya pekan lalu.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge