0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Liputan Kecelakaan, Wartawan TV Dipukuli, Memory Card Dirusak

merdeka.com
Ilustrasi Penganiayaan Wartawan (merdeka.com)

Timlo.net — Jurnalis NET TV, Soni Misdananto dipukuli anggota TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri Lintas Udara 501 Madiun, Minggu (2/10). Saat itu Soni sedang meliput kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anggota perguruan Pencak Silat Setia Hati (PSSH) Teratai dengan masyarakat di perempatan Ketekan, Kota Madiun.

Tak lama setelah kecelakaan terjadi, sekumpulan aparat TNI dari Batalyon Raider 501 memukuli anggota PSSH Teratai yang diduga sebagai penyebab kecelakaan. Soni bergegas mengambil kameranya dan mengabadikan tiap detik peristiwa pemukulan.

Usai pemukulan, Soni diringkus dan dibawa aparat TNI ke pos terdekat. Salah seorang anggota TNI diketahui bernama Prada Herdyana meminta paksa sebuah memory card lalu merusaknya.

“Aparat juga memukuli secara bertubi-tubi di bagian wajah dan paha. Saya dibawa ke pos terus dipukuli,” ungkap Soni, Minggu (2/10).

Bersama Kapolres Madiun AKBP Susatyo Purnomo Condro, Soni menyambangi RSUD dr Soedono untuk melakukan visum. Dia akan melaporkan tindakan kekerasan ini kepada Denpom TNI.

Ketua IJTI Tapal Kuda, Syaiful Kusmandani mengatakan saat ini Soni tengah diperiksa oleh anggota Denpom TNI AD Madiun. Syaiful mengutuk keras tindakan semena-mena anggota TNI terhadap pekerja pers.

“Mendesak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo segera turun tangan untuk membenahi perilaku anggotanya yang semena-mena,” tegasnya.

Dia juga meminta Denpom TNI untuk menindak para pelaku yang telah menghajar Soni sesuai hukum yang berlaku. Mendorong Dewan Pers dan juga Komnas HAM usut tuntas setiap tindakan yang mengancam keselamatan bagi jurnalis.

Kostrad Kapen Kostrad Letkol Agus Bhakti menjelaskan saat kejadian Soni dikira salah satu anggota konvoi karena ditanya identitas beberapa kali tidak menjawab. Kebetulan seragam liputan yang dikenakan mirip rombongan konvoi berwarna hitam-hitam.

Dia membantah jika Soni sempat dipukuli.

“Hanya digetok helmnya satu kali. Sudah dilaksanakan pemeriksaan di rumah sakit, saat ini Soni dalam kondisi baik dan sedang berada di Polres Madiun bersama Danyon, Dandim dan Kapolres,” tuturnya.

“Saya sebagai Kapen Kostrad berkoordinasi langsung dengan pimpinan Net TV, dan meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Diharapkan rekan-rekan jurnalis tidak menerima info lain yang berkembang tidak sesuai dengan fakta yang ada,” tandasnya.

[did]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge