0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awali Muharram, Ratusan Pusaka Kuno Dijamas

timlo.net/putra kurniawan
Kegiatan penjamasan benda pusaka kuno (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Tradisi jamasan pusaka selalu dilakukan pada Bulan Suro atau dalam penangagalan Islam Bulan Muharram. Salah satu sanggar yang masih melakukan tradisi ini adalah Garuda Kala Seba di Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, dengan menjamasi sekitar 950 buah pusaka yang berusia ratusan tahun.

“Totalnya sekitar 950-an buah pusaka dari berbagai jenis keris dan tombak, usianya rata-rata sudah ratusan tahun dan masih cukup terawat dengan baik. Kalau tradisi ini sebagai salah satu cara kita melestarikan budaya dan untuk merawat pusaka peninggalan leluhur,” kata kolektor keris tua, Sri Narendra Kalaseba, Minggu (2/10).

Proses jemasan keris dilakukan setiap Bulan Suro atau awal Bulan Muharram dengan membersihkan seluruh bagian keris dengan air berbagai jenis bunga dan perasan jeruk nipis. Bahan untuk menjamas keris ini merupakan bahan yang senyawa dengan bahan keris sehingga menghindari proses korosi.

Di sanggar ini sendiri terdapat berbagai jenis keris dan tombak dari jaman kerajaan Mataram Islam hingga jaman para wali. Bahkan ada keris yang digunakan oleh Sunan Kalijogo dan tombak milik sunan-sunan lainnya. Ada juga pusaka dengan nama Wedung peninggalan Abad 3 Masehi milik para raja terdahulu.

“Ada pusaka sebelum keris itu sendiri ada dengan nama Wedung digunakan para raja, dan di tanah jawa hanya ada lima buah saja. Namun inti dari semua ini adalah keris atau benda pusaka sebagai peninggalan budaya dan identitas kita sebagai bangsa Indonesia, bukan untuk klenik dan sebagainya,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge