0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kota Solo Masuk Kawasan Penduduk Terpadat

Cegah Lonjakan Penduduk di Solo, Bapermas Gelar Sosialisasi di CFD (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Mengantisipasi ledakan penduduk yang terjadi di Kota Solo, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas PP, PA dan KB) melakukan sosialisasi di gelaran car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (2/10) pagi. Dalam kegiatan tersebut, mereka menyerukan supaya tiap keluarga merencanakan secara serius jumlah anak yang ingin dimiliki.

“Kegiatan ini sebagai bentuk memberikan informasi supaya keluarga yang dibentuk sejahtera dengan merencanakan secara serius jumlah kelahiran anak mereka,” terang Plt Kepala Bapermas PP, PA dan KB Kota Solo, Widdi Srihanto.

Pihaknya, berupaya untuk terus melakukan sosialisasi mengingat Kawasan Solo merupakan salah satu dengan tingkat kepadatan yang tinggi di Jawa Tengah. Tercatat, tingkat kepadatan di Jawa Tengah mencapai 10.022/kilometer persegi sedangkan di Kota Solo mencapai 11.531/ kilometer persegi.

“Kepadatan tertinggi di Kota Solo ada di Kecamatan Serengan dengan tingkat kepadatan mencapai 19.109/ kilometer persegi,” jelasnya.

Sebagai salah satu instansi pemerintah yang menaungi program keluarga berencana, pihaknya tak melulu berkutat dengan alat kontrasepsi semata. Melainkan, juga program-program lain seperti Program Bina Keluarga Balita (BKB), Program Bina Keluarga Remaja (BKR), Program Bina Keluarga Lansia (BKL) dan juga program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPKS).

“Seluruh program ini diciptakan untuk mewujudkan masyarakat unggul dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi,” urainya.

Dalam kesempatan tersebut, juga menggandeng Duta Mahasiswa Generasi Berencana Jawa Tengah, yakni Nurdiani Yusnita Sari dan Atok Sofiudin Maarif. Keduanya turut serta menggemakan tentang program remaja yang disebut dengan Generesi Berencana (Genre) dengan lembaganya yang disebut Pusat Informasi dan Konseling Remaja/ Mahasiswa (PIK R/M) yang telah dibentuk di sejulah sekolah atau kelurahan.

“Harapannya, masyarakt tidak terjebak dengan kegiatan menyimpang remaja seperti seks bebas, obat-obatan terlarang yang mengancam masa depan,” terang Nurdiani.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge